JABAR EKSPRES – Senyum tak henti mengembang di wajah Ahmad Syaffari (76) dan Elly Suwelni (70) saat akhirnya tiba kembali di Indonesia dan bertemu dengan keluarga usai menunaikan ibadah haji selama 40 hari.
Pasangan lansia yang tergabung dalam Kloter 10 Kota Bogor tersebut berangkat dari Kota Bogor pada Sabtu (2/5/2026) untuk menunaikan ibadah haji.
Setelah menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci Mekkah, keduanya tiba dengan selamat di Balai Kota Bogor pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 22.40 WIB dan langsung disambut hangat oleh keluarga yang telah menanti kepulangan mereka.
Baca Juga:Satu Jemaah Haji Asal Cikalong Tasikmalaya Wafat di Tanah SuciPedagang Pernak-pernik Haji di Pasar Baru Bandung Keluhkan Penjualan Anjlok hingga 50 Persen
Selama berada di Tanah Suci, Elly dan Syaffari mengaku dapat menjalankan ibadah dengan lancar dengan kondisi tubuh yang tetap terjaga kesehatannya.
Namun, sebuah pengalaman menegangkan yang tak pernah mereka bayangkan terjadi saat prosesi lempar jumrah pada hari pertama di Mina.
Usai melempar jumrah di Mina, Syaffari dan Elly tertinggal dari rombongan Indonesia ketika hendak kembali ke tenda. Elly menuturkan, langkah kaki sang suami yang sudah tak lagi secepat jemaah lain membuat mereka harus berjalan lebih pelan hingga tanpa sadar terpisah dari rombongan.
Mereka sempat meminta petunjuk arah kepada askar atau petugas keamanan setempat. Namun, petunjuk yang diberikan justru membuat mereka semakin kebingungan dan belum juga menemukan rombongan asal Indonesia.
Dikatakan Elly, kondisi Mina saat itu dipenuhi jutaan jemaah dari berbagai negara. Banyaknya lorong dan tenda yang bentuknya hampir serupa membuat mereka semakin bingung dan kehilangan arah.
“Jadi kita kapencar dengan rombongan. Tenda di sana jutaan, banyak lorong-lorong, jadi bingung harus ke mana. Kita sudah nanya, tapi ternyata diarahkan ke belokan yang salah. Makin bingung lah kita. Ya sudah, kita terus jalan saja sambil cari jalan yang benar dan pertolongan,” ujar Elly.
Elly memperkirakan dirinya bersama sang suami tersesat dan berjalan kaki selama hampir tiga jam. Di bawah terik matahari Mina yang mencapai sekitar 45 hingga 47 derajat Celsius, keduanya terus berupaya berjalan kaki untuk kembali ke rombongan Indonesia.
Baca Juga:80 Jemaah Haji Kloter 27 JKS Bogor-Karawang Gunakan Gelang Merah Penanda Risiko Tinggi37 Kali Dampingi Haji, Pembimbing asal Bogor Pakai Topi 'Kubah Berjalan' agar Mudah Ditemukan Jemaah
Namun, kondisi Syaffari yang tak mampu berjalan cepat membuat perjalanan itu semakin berat. Beberapa kali, Syaffari harus berhenti untuk duduk dan beristirahat karena tak sanggup melanjutkan langkah.
