JABAR EKSPRES – Kabar duka menyelimuti rombongan jemaah haji Kabupaten Tasikmalaya. Salah seorang jemaah asal Desa Cibeber, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Wahdi Sahri, dilaporkan wafat di Tanah Suci saat menjalankan rangkaian ibadah haji, Sabtu (23/5/2026).
Almarhum tergabung dalam Kloter 11 KJT bersama ratusan jemaah lainnya yang diberangkatkan pada musim haji tahun 2026 dan dinyatakan wafat setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit As-Syifa, Mekah. Berdasarkan data manifes keberangkatan, Wahdi Sahri tercatat memiliki nomor porsi 1000726603 dengan nomor paspor X7393436.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tasikmalaya, Iin Ufairoh, membenarkan kabar wafatnya salah seorang jemaah asal Tasikmalaya tersebut. Menurutnya, almarhum meninggal dunia karena sakit saat berada di Tanah Suci.
Baca Juga:240 Siswa SMA Al Ma’soem dan 91 Santri PSAM Resmi Dilepas, Sejumlah Lulusan Tembus Kampus Luar Negeri15 Warga Terdampak Abu Semen PT Mortar Kemang Dilarikan ke Puskesmas, Warga: Abunya Berasa di Tenggorokan
“Benar, ada jemaah asal Tasikmalaya yang wafat. Atas nama Wahdi Sahri dari Kloter 11 KJT,” ujar Iin Ufairoh saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).
Pihak Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tasikmalaya saat ini terus berkoordinasi dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi guna memastikan seluruh proses administrasi, pemulasaran jenazah, hingga pemakaman berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
“Kami turut berduka cita. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Iin.
Selain itu, pihak kementerian juga telah menghubungi keluarga almarhum di Desa Cibeber untuk menyampaikan kabar duka sekaligus memberikan pendampingan administrasi dan psikologis kepada keluarga yang ditinggalkan.
Menurut Iin, keluarga sempat terkejut saat menerima kabar wafatnya almarhum. Namun demikian, pihak keluarga mengaku ikhlas karena almarhum meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji, yakni rukun Islam kelima yang menjadi impian umat Muslim.
Rencananya, keluarga akan menggelar doa bersama setelah mendapatkan kepastian terkait lokasi dan waktu pemakaman almarhum di Tanah Suci, baik di Makkah maupun Madinah.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi seluruh jemaah haji agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Cuaca panas ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
