JABAR EKSPRES – Zinedine Yazid Zidane tak lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung. Ia pun ngadu ke Komisi V DPRD Jawa Barat, Selasa (9/6).
Ia bukan legenda pemain sepak bola asal Prancis. Tapi siswa SMPN 13 Kota Bandung. Sekaligus pengurus OSIS.
Saat SPMB Sekolah Maung, ia turut mendaftarkan diri. Jalur yang dipilih adalah jalur kepemimpinan yang menampung pengalamannya sebagai Pengurus OSIS.
Baca Juga:Bocah 9 Tahun Tewas Diserang 4 Anjing Pemburu di Jasinga Bogor, Ayah Ungkap Luka Parah KorbanOperasi Patuh Lodaya 2026 Ditunda, Polisi : Bukan Berarti Boleh Abaikan Aturan Lalu Lintas!
Awalnya ia bisa masuk klasmen seleksi Sekolah Maung. Tapi beberapa hari berikutnya, skornya tiba-tiba berubah. Hasilnya ia pun kini terdepak dari Sekolah Maung.
“Pada waktu saya daftar ke Maung itu dengan total perolehan skor itu 360, lumayan gede juga. Tetapi pada saat tanggal 4, saya melihat skor saya ternyata menurun menjadi 314,” katanya.
Zidane mengaku resah dengan kejadian itu. Makanya ia mengadu ke Komisi V DPRD Jawa Barat. “Menurut saya, memang di sistem SPMB sekarang 2026 ini masih banyak terdapat sekali celah yang harus dievaluasi, dan juga masih banyak anehnya,” katanya.
Hal serupa dialami Erina Khalela. Siswi lulusan SMPN 11 Bandung itu juga mendaftarkan ke Sekolah Maung. Tapi mengalami perubahan skor yang merugikan.
“Keluhannya mungkin dari jalur kepemimpinan ini, saya rasa masih belum ada keadilan. Karena di sini kami sebagai Ketua OSIS banyak yang tidak diterima di SMA Maung yang sudah disediakan oleh Bapak KDM, ” katanya.
Ia berharap ada keadilan terkait persoalan itu. “Kami berterima kasih kepada Dewan yang sudah menjadi perwakilan kami dan juga memfasilitasi kami buat beraspirasi. Kami juga berharap dengan adanya aspirasi kami ini dapat memperbaiki sistem ke depannya, dan juga jalur kepemimpinan ini ke depannya bisa lebih baik lagi, ” ucapnya. (son)
