“Program ini memungkinkan para lulusan maupun mahasiswa unggulan Poltekkes untuk mentransfer kredit mereka (pindah jalur) ke Departemen Pelayanan Kesehatan Lansia (Senior Healthcare) dan Departemen Kesejahteraan Sosial di universitas kami,” ujarnya.
“Kami akan memberikan dukungan penuh dari institusi agar mereka dapat memperoleh Sertifikasi Petugas Pengasuh (Care Worker) Korea selama masa studi, dan setelah lulus, kami akan menghubungkan mereka secara langsung dengan lapangan kerja yang stabil serta izin tinggal jangka panjang (menetap) di sektor pelayanan kesehatan, keperawatan, dan kesejahteraan di Korea Selatan,” urai perwakilan Gangneung Yeongdong University.
Kemenkes Tekankan Kualitas dan Adaptasi
Meski menyambut baik peluang kerja sama tersebut, Kemenkes menegaskan bahwa kesiapan kompetensi tenaga kesehatan tetap menjadi prioritas utama.
Baca Juga:Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Program MBG, Tiga Mantan Pejabat BGN Tersangka Usai Geledah Kantor Badan Gizi Nasional, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung
Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan Kemenkes, Anna Kurniati, Ph.D., menyoroti pentingnya penguatan kompetensi di bidang perawatan jangka panjang yang kini menjadi kebutuhan global.
“Penuaan penduduk merupakan fenomena global yang terjadi di banyak negara. Hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga pendamping yang memiliki kompetensi di bidang perawatan jangka panjang. Oleh karena itu, institusi pendidikan perlu mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan tetap menjunjung tinggi standar profesional dan kualitas pelayanan,” tutur Anna Kurniati.
Ia juga mengungkapkan bahwa Poltekkes Kemenkes telah memiliki pengalaman panjang dalam kerja sama internasional bersama berbagai negara.
“Poltekkes Kemenkes memiliki pengalaman yang cukup luas dalam kerja sama internasional. Kami telah bekerja sama dengan berbagai institusi di Jepang, Jerman, dan beberapa negara Timur Tengah dalam bidang mobilitas mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen, pelatihan bahasa, dan pengembangan jalur karier internasional bagi lulusan. Pengalaman tersebut menjadi modal yang kuat untuk memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di Republik Korea,” lanjut Anna Kurniati.
Senada dengan itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes, Albertus Yudha Poerwadi, menyebut seminar tersebut sebagai momentum penting dalam memperkuat kualitas pendidikan tenaga kesehatan Indonesia.
“Seminar ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama pendidikan tenaga kesehatan antara Indonesia dan Republik Korea. Kegiatan ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi kedua negara untuk menjajaki kolaborasi yang konkret dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas institusi, serta mempersiapkan tenaga kesehatan yang mampu menghadapi tantangan global,” kata Albertus Yudha Poerwadi.
