JABAR EKSPRES – Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat menilai penanganan kemiskinan ekstrem tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Upaya pengentasan kemiskinan, menurut instansi tersebut, perlu dibarengi dengan program pemberdayaan ekonomi agar keluarga penerima manfaat memiliki peluang meningkatkan pendapatan dan keluar dari jerat kemiskinan secara bertahap.
Pendekatan itu menjadi salah satu fokus Dinas Sosial Jawa Barat pada 2026. Melalui kerja sama dengan Sentra Abiyoso Kementerian Sosial, bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kewirausahaan disalurkan kepada 27 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bandung.
Baca Juga:Kampung Naga Steril dari Wisatawan Selama Tiga Bulan, Fokus Pulihkan Ekosistem dan BudayaART di Cileungsi Tewas Diduga Disiksa Rekan Kerja, Tubuh Korban Disiram Air Panas Bergantian
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Jawa Barat, Ida Ningrum, mengatakan nilai bantuan yang diberikan berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta, menyesuaikan jenis usaha yang diajukan masing-masing penerima.
Pernyataan tersebut disampaikan Ida saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Jalan Jenderal H. Amir Machmud Nomor 331, Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Ida, strategi penanganan kemiskinan di Jawa Barat tidak hanya dilakukan melalui bantuan ekonomi, tetapi juga melalui sejumlah program sosial yang dirancang untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satunya adalah Program Kawal Bantuan Sosial yang berfungsi mengawasi penyaluran dan pemanfaatan bantuan agar tepat sasaran, tepat guna, serta akuntabel.
Selain itu, Dinas Sosial juga menjalankan Program Kampung Sosial di tingkat desa dan kelurahan dengan mengintegrasikan layanan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, serta pemberdayaan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Di bidang rehabilitasi sosial, Dinsos Jabar mengembangkan Program Teman Sosial yang dirancang untuk menghadirkan layanan yang adaptif dan inklusif dalam menghadapi berbagai kondisi darurat sosial.
“Juga Program Teman Sosial, upaya sistematis dalam menyediakan layanan rehabilitasi sosial secara adaptif, responsif, terpadu, dan inklusif terhadap kondisi darurat sosial. Dan Program Modal Sosial, penguatan nilai, norma, kepercayaan, dan jejaring sosial sebagai instrumen utama pemberdayaan sosial yang berkelanjutan melalui kolaborasi multipihak,” ujar Ida.
Baca Juga:Jalan Kasep Digeber, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Dua Tahun Lagi Seluruh Jalan MulusBegal Spesialis Curanmor Dibekuk, Motor Balik ke Pemilik dengan Model Baru
Selain itu, pemerintah provinsi juga menjalankan Program Jalan-Jalan Sosial (JJS) yang berfokus pada upaya pencegahan bencana berbasis masyarakat. Program tersebut mengedepankan keserasian sosial dan kearifan lokal guna meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar.
