Kotoran Hewan Ternak Belum Sepenuhnya Terolah

Kotoran Hewan Ternak Belum Sepenuhnya Terolah
Kotoran Hewan Ternak Belum Sepenuhnya Terolah
0 Komentar

Jabar Ekspres – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat berupaya menekan pembuangan limbah kotoran hewan ke sungai. Yakni dengan edukasi dan program pengolahan limbah.

Harapannya itu bisa menekan buangan limbah. Di tengah potensi besar ternak di Jawa Barat yang keberadaannya juga cukup dibutuhkan.

Plt Sekdis DKPP Jawa Barat Siti Rochani menjelaskan, persoalan limbah kotoran hewan itu memang persoalan yang sudah cukup lama. Ia menjelaskan, populasi sapi di Jawa Barat juga tidak sedikit.

Baca Juga:Pelajar Jadi Korban Begal di Tenjo Bogor, Satu Pelaku Babak Belur Diamuk WargaJNE Rayakan Idul Adha 1447 H dengan Semangat Berbagi dan Promo Spesial

Itu jadi peluang sekaligus ancaman. Ia pernah mencatat bahwa populasinya tembus 109 ribu selepas kasus PMK beberapa waktu lalu. Dan populasi yang cukup banyak ada di KBB.

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, setidaknya pada 2024 ada populasi 407.901 ekor sapi ternak di Jawa Barat. Itu terdiri dari sapi perah sebanyak 98.149 ekor dan sapi potong 309.752 ekor. Populasi sapi perah tiga terbanyak ada di Kabupaten Bandung Barat dengan 26.469 ekor. Disusul Kabupaten Bandung 25.449 ekor, lalu Kabupaten Garut 11.112 ekor.

Sedangkan populasi sapi potong terbanyak ada di Kabupaten Garut 30.689 ekor, disusul Kabupaten Kuningan 28.865 ekor, dan Kabupaten Sumedang 27.673 ekor.

Menurut Hani, tingginya populasi sapi itu juga berbanding lurus dengan populasi kotoran hewan yang dihasilkan. “Kebayang misal 1 kg saja tiap satu sapi sehari mengeluarkan kotorannya, sudah berapa banyak, ” katanya,

Hani menjelaskan, sejak 2022, dinas juga sudah berupaya untuk menekan kotoran hewan tersebut. Dengan diolah menjadi berbagai bentuk. “2025 sampai dengan triwulan 1 tahun 2026 sudah ada peningkatan. Jadi sudah ada yang dijadikan sebagai kompos, sudah ada dijadikan briket, biogas, ada juga yang tidak dikelola. Jadi yang tidak dikelola itu masih ada sekitar 67 persen, ” katanya.

Jadi baru sekitar 37 persen yang terolah. Sisanya memang belum dan tengah berproses. (son)

0 Komentar