JABAR EKSPRES – Penumpukan sampah terjadi di kawasan Jalan Rancabentang RW 26, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Tumpukan sampah itu tak hanya memicu gangguan lingkungan, tetapi juga menghambat arus lalu lintas warga yang melintas di kawasan tersebut.
Sampah rumah tangga terlihat menggunung tepat di depan kantor UPT Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik milik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi. Volume sampah yang terus bertambah membuat sebagian badan jalan tertutup.
Kondisi tersebut memunculkan bau busuk menyengat yang dikeluhkan warga sekitar maupun pengguna jalan. Selain mengganggu kenyamanan, tumpukan sampah juga dinilai memperburuk kebersihan lingkungan di kawasan itu.
Baca Juga:Sampah Menumpuk Parah di Rancabentang Cimahi Selatan Timbulkan Bau Busuk sangat Menyengat BRI Peduli Serahkan Bantuan Mobil Pengangkut Sampah dan Motor Roda Tiga untuk Sesko AU
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan persoalan sampah bukan hanya terjadi di Kota Cimahi, melainkan menjadi masalah di berbagai daerah.
Menurut dia, penanganan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat, terlebih kapasitas pembuangan sampah Kota Cimahi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti saat ini dibatasi.
“Ini kami sampaikan kepada masyarakat juga, kita harus sama-sama ya. Tetapi mudah-mudahan segera bisa teratasi, ingat Kota Cimahi ini satu hari bisa 250 ton per hari, dan sekarang alokasi kuota pembuangan ke Sarimukti ini hanya sekitar 15 truk atau 14 truk yang bisa kita buang ke sana,” kata Ngatiyana saat ditemui di Aula A Pemerintah Kota Cimahi, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia menilai, kondisi tersebut membuat pola penanganan sampah dengan metode angkut dan buang semata tidak lagi cukup untuk mengatasi persoalan yang ada.
Karena itu, Pemerintah Kota Cimahi mulai mendorong pengolahan sampah di sejumlah titik. Pengolahan itu dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari produksi refuse derived fuel (RDF), kompos, hingga budidaya maggot.
“Jadi sangat masih jauh dengan harapan apabila kita hanya ambil, angkut, buang. Tetapi inisiatif dari pemerintah Kota Cimahi sudah memberikan di titik-titik beberapa titik yang mengolah sampah,” ujarnya.
Ngatiyana juga meminta masyarakat mulai memilah sampah sejak dari rumah agar proses pengangkutan dan pengolahan bisa dilakukan lebih terorganisir.
Baca Juga:Usai Konvoi Persib Hattrick Juara, Pemkot Bandung Temukan Banyak Sampah Miras BerserakanPerayaan Hattrick Juara Persib Sisakan 112 Ton Sampah, Flare dan Botol Bekas Jadi Penyumbang Terbesar
“Tetapi saya mohon kerjasamanya masyarakat pilah dari rumah sehingga pengambilannya itu bisa terorganisir dengan baik. Hari ini ngambil organik, besok anorganik, jadi tidak tercampur lagi sehingga mudah diolah ataupun mana yang harus dibuang,” tutupnya. (Mong)
