Sampah Menumpuk Parah di Rancabentang Cimahi Selatan Timbulkan Bau Busuk sangat Menyengat 

Sampah Menggunung di Kawasan Rancabentang z Cimahi Selatan (Mong/Jabeks)
Sampah Menggunung di Kawasan Rancabentang z Cimahi Selatan (Mong/Jabeks)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tumpukan sampah menggunung di Jalan Rancabentang RW 26, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, memicu gangguan lingkungan hingga menghambat arus lalu lintas warga yang melintas di kawasan tersebut.

Sampah yang berasal dari lingkungan warga itu terlihat menumpuk tepat di depan kantor UPT Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi.

Volume sampah yang terus bertambah membuat sebagian badan jalan tertutup. Kondisi itu juga memunculkan bau menyengat yang dikeluhkan warga sekitar maupun pengguna jalan.

Baca Juga:Usai 3 Hari Hilang, Pria di Citereup Bogor Ditemukan Tewas dalam SumurAngkot Adu Banteng dengan Truk Tangki Air di Cibungbulang Bogor, 3 Orang Luka

Ketua RW 26, Ajid Ago, mengatakan penumpukan sampah terjadi akibat adanya kesalahpahaman informasi terkait jadwal pengangkutan sampah di tingkat RT.

“Iya ini sampah-sampah warga dari RW 26, satu RW,” kata Ajid Ago saat ditemui di lokasi, Selasa 26 Mei 2026.

Menurut Ajid, warga sebelumnya mendapat informasi bahwa armada pengangkut sampah akan melakukan penarikan pada Sabtu (23/5/2026). Namun, informasi tersebut ternyata keliru sehingga warga terlanjur membuang sampah ke titik transit tersebut.

“Ini gara-gara kesalahpahaman per rt, disangkanya hari Sabtu itu narik padahal tidak, jadi pada ngebuang ke sini, terjadilah penumpukan. Kalau jadwal pengangkutan sampah itu hari Rabu organik dan Unorganik hari Kamis,” ungkapnya.

Ia menegaskan, lokasi yang dipenuhi sampah tersebut bukan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), melainkan hanya titik transit pengumpulan sampah sebelum diangkut armada ke lokasi pembuangan.

“Bukan dibuang, ini tempat transit aja, tempat parkir setelah ada mobil baru penarik sampah dari setiap rt itu masuk menaikan mobil. Memang di sini tidak ada TPS,” tegasnya.

Ajid mengaku, kondisi penumpukan sampah hingga menutup sebagian Jalan Rancabentang baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Biasanya, sampah yang dikumpulkan warga langsung diangkut dalam hitungan jam sehingga tidak sampai menimbulkan penumpukan besar.

Baca Juga:Hujan Disertai Angin Kencang Rusak 90 Rumah di Rumpin BogorHujan Deras Picu Luapan Kali Cijayanti, 138 Rumah di Babakan Madang Terendam

“Biasanya tidak pernah menumpuk, hitungan jam beres, saya minta nanti kalau sudah ada mobil baru ditarik dan dinaikkan,” tutur dia menutup. (Mong)

0 Komentar