JABAR EKSPRES – Infrastruktur digital nasional yang dibangun Telkomsel terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara signifikan berdasarkan rilis data terbaru dari PT LAPI ITB.
Penyediaan jaringan telekomunikasi Telkomsel memperluas akses layanan digital serta memperkuat pemberdayaan pelaku usaha kecil di Indonesia.
Riset komprehensif ini dirilis pada Rabu, 20 Mei 2026 dengan menggunakan pendekatan kombinasi pengamatan data ekonomi makro.
Baca Juga:Drifter Kembar Usia Muda Jegal Senior pada Kejurnas Passion Drift 2026Bupati Garut Tuntut Star Energy Darajat Dorong Swasembada Energi Nasional
Model regresi serta survei lapangan terhadap pelaku usaha diaplikasikan secara ketat untuk mengukur keterkaitan performa infrastruktur daerah.
Pernyataan Direktur Utama Yusmar Anggadinata Mengenai Produktivitas Infrastruktur Ekonomi Digital
Konektivitas digital saat ini telah berkembang pesat melampaui fungsi dasar sebagai sarana komunikasi menurut PT LAPI ITB.
“Konektivitas tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan, tetapi sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas,” kata Yusmar Anggadinata.
Studi evaluasi regional tersebut membuktikan bahwa pembangunan pemancar sinyal berkorelasi langsung dengan lonjakan aktivitas ekonomi lokal.
Secara estimatif, setiap penambahan satu BTS baru mampu menaikkan Produk Domestik Regional Bruto sebesar Rp76,19 miliar.
Sementara itu, peningkatan penggunaan data internet sebesar 1 petabyte berkorelasi terhadap kenaikan PDRB sebesar Rp9,44 miliar.
Pendataan berkala ini mencatat kontribusi besar sektor telekomunikasi terhadap pendapatan negara mencapai Rp36,97 triliun tahun 2024.
Baca Juga:Generali Indonesia Berikan Proteksi Ribuan Pelari bank bjb Bandoeng 10KPenyelundupan Narkoba Lewat Tembok Lapas IIA Banceuy Berhasil Digagalkan
Dampak positif perluasan jaringan juga menyasar langsung kelompok pelaku usaha mikro kecil menengah wilayah non-perkotaan.
Adopsi layanan seluler memicu kenaikan omzet rata-rata pelaku usaha hingga 32 persen dengan kepuasan pengguna 92 persen.
“Temuan ini menunjukkan bahwa konektivitas digital berfungsi sebagai katalis dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha lokal,” kata Yusmar Anggadinata.
Operator nasional berperan strategis mengatasi kesenjangan akses telekomunikasi pada wilayah tertinggal, terdepan, terluar menurut data kajian PT LAPI ITB.
Hingga tahun 2024, sekitar 92,4 persen BTS program BAKTI wilayah 3T didukung penuh melalui skema USO.
Perluasan jaringan ini memudahkan masyarakat pelosok mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, serta aktivitas perdagangan yang sebelumnya terbatas.
Efek berantai ekonomi makro tersebut mengonfirmasi dampak lanjutan ekosistem telekomunikasi terhadap penciptaan lapangan kerja baru.
Aktivitas produktif sektor digital ini diperkirakan berkontribusi besar melahirkan lebih dari 685 ribu peluang kerja nasional.
