JABAR EKSPRES – Program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, yakni SADESSA (Satu Desa Satu Sarjana), mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 16 pelajar asal Kabupaten Tasikmalaya dinyatakan lolos masuk Perguruan Tinggi (PT) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Ke-16 pelajar tersebut merupakan siswa-siswi berprestasi yang berasal dari berbagai SMA, SMK, dan MA di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Mereka berhasil menembus PTN melalui jalur prestasi setelah mengikuti proses seleksi dalam program SADESSA yang digagas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Program yang digagas Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi itu menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan tinggi gratis bagi putra-putri daerah yang berprestasi.
Baca Juga:Tasyakuran Persib Juara, Ratusan Warga di Tasikmalaya Bersihkan Lapangan TerbengkalaiSatu Jemaah Haji Asal Cikalong Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci
“Alhamdulillah sudah ada informasi dari beberapa Perguruan Tinggi yang bekerja sama dengan kami seperti Unpad, Unsil, UPI dan Poltekkes. Ada 16 orang yang dinyatakan lolos melalui jalur SNBP,” ujar Cecep, belum lama ini.
Para mahasiswa yang lolos melalui program SADESSA dipastikan akan mendapatkan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditanggung pemerintah daerah, mulai semester awal hingga lulus kuliah.
Menurut Cecep, capaian tersebut menjadi awal yang baik bagi program SADESSA yang baru diluncurkan pada 3 Februari 2026 lalu. Program ini dirancang dengan konsep satu mahasiswa untuk setiap desa di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Meski demikian, jumlah penerima bantuan masih berpotensi bertambah. Pemkab Tasikmalaya saat ini masih menunggu hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang dijadwalkan diumumkan pada 31 Juli 2026 mendatang. Peserta yang lolos melalui jalur tersebut nantinya juga akan menjadi penerima bantuan pendidikan SADESSA.
Dalam pelaksanaannya, proses pendaftaran dilakukan melalui pemerintah desa. Setelah itu dilakukan tahapan verifikasi dan validasi berkas calon peserta sebelum mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Setiap desa hanya mengusulkan satu peserta penerima bantuan. Jika dalam satu desa terdapat lebih dari satu peserta yang lolos SNBP atau SNBT, maka penentuan penerima dilakukan berdasarkan nilai rapor dan prestasi non-akademik yang dimiliki peserta.
