JABAR EKSPRES – Warga di kawasan Citatah mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menertibkan operasional truk tambang yang dinilai meresahkan karena melintas di permukiman hingga dini hari.
Keluhan itu muncul dari masyarakat yang tinggal di sejumlah wilayah permukiman Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Apalagi, aktivitas truk pengangkut batu dari kawasan karst Citatah disebut semakin padat. Bahkan, kendaraan berat tersebut kerap melintas di luar jam operasional yang semestinya.
Baca Juga:Aktivitas Truk Tambang di Permukiman Citatah Ancam Keselamatan WargaKDM Kaji Ulang Jalur Khusus Tambang, Janji 2026 Selesai Malah MolorĀ
Dimas, salah satu warga setempat, mengungkapkan truk-truk tambang tidak hanya beroperasi sejak pagi hingga malam, tetapi juga masih melintas saat sebagian warga belum memulai aktivitas pada waktu subuh, Rabu (20/5/2026).
“Truk-truk tambang itu tidak hanya beroperasi dari pagi sampai malam. Kadang saat subuh, ketika warga belum beraktivitas, kendaraan besar masih melintas di jalan permukiman,” ungkapnya.
Ia menyebut, kondisi tersebut membuat warga merasa terganggu karena suara kendaraan besar cukup bising, terutama saat beberapa truk melintas secara beriringan. Selain itu, jalan desa yang menjadi akses utama warga juga dinilai semakin tidak nyaman dilalui.
“Suaranya keras, apalagi kalau beberapa kendaraan lewat beriringan. Warga yang rumahnya dekat jalan pasti terganggu karena suara mesinnya besar sekali,” katanya.
Menurutnya, persoalan semakin mengkhawatirkan karena sejumlah truk diduga membawa muatan batu melebihi kapasitas. Hal itu terlihat dari material yang ditumpuk tinggi di bak kendaraan, sehingga warga khawatir batu dapat terjatuh ke jalan dan membahayakan pengguna jalan lain.
“Banyak yang muatannya kelihatan penuh sampai tinggi. Kalau ada batu jatuh atau truk hilang kendali karena terlalu berat, itu bisa membahayakan warga. Jalan ini dipakai masyarakat umum, bukan hanya kendaraan tambang,” ujarnya.
Ia menilai aktivitas tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun belakangan intensitas truk semakin meningkat. Selain debu dan kebisingan, warga juga khawatir terhadap potensi kecelakaan di jalur permukiman yang setiap hari dilalui anak sekolah, pengendara motor, dan pejalan kaki.
Baca Juga:Menteri UMKM Siapkan Aturan Baru, Marketplace Tak Bisa Lagi Naikkan Biaya SepihakIndonesia-Arab Saudi Perkuat Aliansi Industri Halal Global
“Yang kami minta sebenarnya sederhana, ada penertiban. Jangan sampai truk lewat sembarangan, apalagi sampai dini hari. Kalau memang ada aturan jam operasional, harus ditegakkan,” katanya.
