KDS Genjot Penanganan Banjir dan Sampah, Pemkab Bandung Libatkan Semua Pihak Lewat Strategi Pentahelix

KDS Genjot Penanganan Banjir dan Sampah, Pemkab Bandung Libatkan Semua Pihak Lewat Strategi Pentahelix
Bupati Bandung Dadang Supriatna. (ist)
0 Komentar

“Kami ingin pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya sehingga yang masuk ke TPA nantinya hanya residu,” kata Ruli.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Wahyudin menambahkan, pihaknya terus mengoptimalkan alat peringatan dini banjir atau Automatic Water Level Recorder (AWLR) di sejumlah titik sungai strategis.

Perangkat tersebut dipasang di beberapa kawasan seperti Sungai Citarum, Cisanti, Majalaya, hingga Tegalluar untuk memantau kenaikan debit air secara real time.

Baca Juga:Krisis Sarimukti Memanas, Warga Ancam Blokade Truk Sampah Bandung Raya ke Bandung BaratBandoeng 10K Jadi Motor Sport Tourism, Farhan Sebut Bagian Strategi Pembangunan Kota Bandung

“Kalau terjadi kenaikan muka air, sistem akan langsung memberikan peringatan sehingga petugas bisa lebih cepat siaga,” ujar Wahyudin.

Di akhir keterangannya, Kang DS mengajak masyarakat kembali menghidupkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan serta menyelesaikan persoalan banjir dan sampah bersama-sama.

“Kita pernah membuktikan penanganan banjir sepanjang 12 kilometer bisa selesai dalam 100 hari kerja lewat kolaborasi. Maka saya yakin persoalan sampah dan banjir juga bisa diselesaikan jika semua bergerak bersama,” pungkasnya.

0 Komentar