Jabar Ekspres – Drama kolosal sebagai puncak acara Milangka Tatar Sunda digelar di Gedung Sate, Minggu (17/5).
Acara yang dipusatkan di Parkir Barat Gedung Sate itu dimulai pukul 20.00. Acara itu digelar terbatas, walaupun ada perwakilan dari berbagai tokoh dan organisasi masyarakat yang memang diundang.
Selain Gubernur Dedi Mulyadi, sejumlah tokoh nasional juga nampak menghadiri acara tersebut. Di antaranya Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri PKP Maruarar Sirait, hingga Putra Presiden Didit Prabowo. Termasuk Sinta Nuriyah Wahid yang merupakan istri dari Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid.
Baca Juga:BLF MC Resmi Go Digital, Komunitas Moge Ini Siap Naik Kelas Secara ProfesionalMarriage Is Scary? Film Keluarga Suami Adalah Hama Angkat Realita Rumah Tangga yang Dekat dengan Kehidupan
Selain penampilan berbagai kesenian, dalam kesempatan itu juga ada sesi penyerahan buku sejarah Sunda dari Prof Nina kepadaKetua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa. Termasuk pemaparan identitas Sunda dari Ki Sunda atau Prof Bagus Muljadi.
*Diwarnai Bising Konvoi Kemenangan Persib*
Dalam sambutannya, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan secara filosofi mengenai watak Sunda. Termasuk menyinggung kondisi kerusakan alam di Jawa Barat.
Setidaknya ada sekitar 1,2 juta lahan hijau rusak. Beralih fungsi jadi lahan tambah dan aktivitas komersil lain. Itu dinilai tidak selaras dengan nilai ideologis Sunda.
Di sisi lain, acara itu juga sempat diwarnai bising konvoi pesta kemenangan Persib Bandung yang mengalahkan PSM Makassar. Beberapa kali rombongan konvoi melintas di jalan sekitar Gedung Sate.
Saat itu juga Dedi Mulyadi masih di atas panggung. “Ini tandanya Persib menang, ” sahutnya dari atas panggung.
Acara tetap berlanjut. Puncaknya adalah penampilan Drama Musikal Kolosal yang melibatkan Sujiwo Tejo. (son)
