Gokil! Ratusan Siswa SMAN 1 Cimahi Kompak Garap Drama Musikal Sekelas Produksi Film di Festival Sachi

Penampilan salah satu adegan drama musikal Festival Sachi di SMAN 1 Cimahi yang mengangkat tema sejarah kemerd
Penampilan salah satu adegan drama musikal Festival Sachi di SMAN 1 Cimahi yang mengangkat tema sejarah kemerdekaan Indonesia (Mong)
0 Komentar

Lebih dari 300 siswa di sekolah tersebut tidak serta-merta langsung terlibat dalam satu produksi secara bersamaan. Menurut Annisa, para siswa justru dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai kelas masing-masing.

“Betul, setiap kelasnya mereka membagi-bagi lagi. Ada audisinya juga, casting-nya gitu, untuk para aktor itu ada,” ujar Annisa saat menjelaskan proses seleksi yang diterapkan.

Sistem ini membuat proses pembelajaran berjalan lebih terarah, karena siswa tidak hanya dilibatkan sebagai peserta, tetapi juga melalui tahapan seleksi layaknya dunia profesional. Dari sini, mereka belajar disiplin, tanggung jawab, hingga kerja sama tim dalam sebuah produksi yang terstruktur.

Baca Juga:Pengantin Pria di Garut Diciduk Polisi Usai Akad, Diduga Pelaku Curanmor di IbunBLF MC Resmi Go Digital, Komunitas Moge Ini Siap Naik Kelas Secara Profesional

Penilaian dalam proses pembelajaran tersebut dilakukan secara bertahap melalui setiap pertemuan di kelas hingga kegiatan gladi yang digelar sebelum evaluasi akhir. Annisa menjelaskan, setiap sesi selalu diikuti dengan evaluasi untuk melihat perkembangan peserta didik.

Dari hasil evaluasi itu, guru dapat menilai capaian masing-masing siswa secara lebih objektif. Adapun kriteria kelulusan tidak hanya bertumpu pada satu aspek, melainkan dilihat dari konsistensi kehadiran, pemahaman materi, serta kemampuan praktik selama proses berlangsung.

“Setiap pertemuan dan gladi selalu kami evaluasi untuk penilaian mereka sendiri,” ujar Annisa, menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara berkesinambungan agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan siswa.

Penentuan kelulusan siswa di jenjang pendidikan menengah kini semakin mengedepankan evaluasi yang ketat dan terukur. Setiap peserta didik akan dinilai berdasarkan capaian kompetensi di masing-masing mata pelajaran. Jika hasil belajar belum memenuhi kriteria yang ditetapkan, siswa berpotensi diminta untuk mengulang atau melakukan perbaikan sebagai bentuk pembinaan.

Namun, apabila dinilai telah memenuhi standar, maka kelulusan dapat dipastikan. Pihak sekolah juga akan memberikan informasi sejak awal kepada siswa, tepatnya saat memasuki kelas 12 semester 1, agar mereka memahami arah dan target yang harus dicapai selama proses pembelajaran berlangsung hingga akhir tahun ajaran.

“Kami memberikan reward kepada mereka untuk best performer, terus publikasi terbaik, ada make up terbaik, koreografi terbaik, dan seperti itu. Karena mereka tahu ada reward tersebut, mereka tuh lebih ambisius,” kata Annisa.

0 Komentar