Sempat Dibilang Gila, Harpan Sukses Sulap Limbah Denim jadi Sepatu Kualitas Global

Sempat Dibilang Gila, Harpan Sukses Sulap Limbah Denim jadi Sepatu Kualitas Global
UNIK : Harpan menunjukkan beberapa produk sepatu berbahan denim kreasinya. (Hendrik Muchlison/JE)
0 Komentar

Karena ini limbah, maka kecil kemungkinan ada jenis pakaian yang sama dalam satu karung limbah pakaian. Sehingga cukup sulit membuat produk dengan motif yang sama.

“Selain itu kami memang sengaja buat premium. Agar menjadi produk yang tidak pasaran atau unik,” cetusnya.

Berdayakan Perajin Lokal Tembus Pasar Global

Harpan biasanya kulak bahan baku limbah denim satu sampai dua minggu sekali. Ia beli dalam bentuk karungan. Lalu dipilah pakaian bekas yang memungkinkan bisa dibuat sepatu dan pakaian bekas yang memang sudah tidak bisa diolah lagi. Dari satu karung limbah denim biasanya jadi 100 pasang sepatu.

Baca Juga:Terbantu Program JKN, Enok Bisa Jalani Perawatan Tanpa Khawatir Biaya Pengobatan20 Ribu Kendaraan Lintasi Jalur Puncak Bogor, One Way ke Arah Jakarta Diberlakukan

Untuk meracik sepatu-sepatu unik itu, Harpan tidak bekerja sendiri. Ia memberdayakan sejumlah perajin lokal yang memang sudah berpengalaman dalam membuat sepatu.

Total ada 3 perajin tetap yang diberdayakan. Tapi kadang ada tambahan 2 perajin freelance yang dilibatkan jika pesanan banyak.

Harpan yang berperan mengarahkan desain sepatu yang diinginkan. Eksekusinya dari tangan terampil para perajin sepatu lokal itu. Dalam sepekan biasanya bisa 100 pasang sepatu diproduksi.

Selain perajin, Harpan kini juga memberdayakan sejumlah karyawan lain. Itu untuk membantu admin kantor dan karyawan yang bertugas jualan secara online. “Jadi kalau pegawai tetap ada 5, ditambah satu owner saya sendiri,” ucapnya.

Harpan melanjutkan, sepatu – sepatu ekslusif itu dijual dengan harga beragam. Dari Rp 139 – 500 ribu. Itu tergantung bahan dan tingkat kesulitan pembuatannya.

Produk UMKM JRCD Harpano 1979 itu dipasarkan secara offline maupun online. Pemasaran offline itu melalui beberapa store yang sudah bekerjasama atau bisa dijumpai saat event-event penjualan produk UMKM di Kota Bandung. Ataupun event kelas Nasional seperti Inacraf yang juga pernah diikuti.

Sedangkan pemasaran online bisa diakses melalui beberapa platform. Seperti Shopee atau melalui beberapa akun medsos UMKM. “Kami juga optimalkan jualan secara live. Ini mengikuti perkembangan terkini. Makanya sampai ada karyawan khusus live,” sambung Harpan.Saat ini usaha yang dirintis Harpan itu mulai stabil. Penjulan dalam sebulan bisa mencapai 200 – 250 pasang sepatu. Biasanya penjualan meningkat saat menjelang Idul Fitri atau momen libur. Termasuk ketika ada banyak event penjualan.

0 Komentar