BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti degradasi kesejahteraan karyawan perkebunan yang dikelola BUMN sebagai penyumbang utama kemiskinan di Jabar. Pernyataan itu disampaikannya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Tahun 2026 di Ballroom Hotel Indigo Bandung, Jumat (15/5/2026).
KDM mengatakan, meski perjuangan buruh industri relatif dinamis dan mendapat respons pemerintah, nasib karyawan perkebunan justru terus menurun. Upah rendah, pensiun rata-rata hanya Rp300 ribu per bulan, serta degradasi lingkungan menjadi masalah kronis.
“Degradasi itu meliputi semakin menurunnya sektor perkebunan, daya dukung lingkungannya sangat rendah, upah sangat rendah, dan saat pensiun juga sangat rendah,” terang KDM.
Baca Juga:Di Rakernas, Golkar Perkuat SOKSI Misbakhun Jadi Kawah Candradimuka Kader SMAN 1 Nagreg Targetkan 40 Persen Lulusan Melanjutkan Kuliah
Menurutnya, kemiskinan di Jabar banyak berputar di wilayah selatan seperti Sukabumi, Cianjur Selatan, Garut Selatan, hingga Tasikmalaya, yang mayoritas penduduknya adalah karyawan perkebunan. Alih fungsi lahan menjadi perkebunan sayur juga memperburuk situasi.
Petani kecil hanya mendapat upah Rp30 ribu per hari, sementara bandar meraup keuntungan besar, disertai kerusakan lingkungan dan perubahan budaya lahan. KDM menyampaikan dua langkah konkret Pemprov Jabar untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Pertama, mempekerjakan masyarakat setempat dengan upah provinsi untuk menanam teh di areal perbukitan yang tidak dikelola PTPN atau dialihfungsikan. Kedua, merenovasi rumah-rumah karyawan berusia 40-50 tahun menjadi rumah panggung yang berfungsi sebagai hunian sekaligus homestay.
Dengan demikian, meski upah metik teh rendah, masyarakat bisa mendapat tambahan penghasilan dari pariwisata. “Ironisnya, kaum perkebunan menjadi kaum marginal dan miskin, tetapi tontonan kebun tehnya melahirkan orang-orang kaya baru dari industri kepariwisataan,” tegasnya.
Ia menekankan, pentingnya mencari sintesa agar hutan terjaga, perkebunan terkelola, dan rakyat sejahtera. KDM juga meminta dukungan para anggota DPR RI Fraksi Golkar yang hadir untuk mendorong kebijakan ke arah tersebut.
Rakernas SOKSI berlangsung bertepatan dengan Hari Jadi Tatar Sunda. KDM mengundang peserta untuk menyaksikan drama kolosal berjudul Pajajaran Gugat yang akan digelar Minggu (17 Mei 2026), dengan salah satu isu yang diangkat adalah perkebunan.
