NAGREG – SMAN 1 Nagreg, Kabupaten Bandung, menetapkan target ambisius agar 40 persen lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada 2027 mendatang. Angka tersebut meningkat dari capaian saat ini yang baru sekitar 30 persen.
Kepala SMAN 1 Nagreg, H. Toteng Suhara, S.Pd., M.M.Pd., menyatakan bahwa sebagai lembaga pendidikan menengah atas, pihaknya merasa bertanggung jawab mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
“Sebagai SMA, kami memang seharusnya menjadi jembatan menuju pendidikan tinggi. Namun saat ini baru sekitar 30 persen lulusan yang melanjutkan kuliah, sisanya memilih langsung bekerja. Ini menjadi tantangan utama kami,” ujar Toteng, dalam acara pelepasan siswa kelas XII yang berlangsung di gedung SMAN 1 Nagreg, Rabu, 13 Mei 2025.
Baca Juga:110 Siswa SMP Salman Al Farisi Bandung ‘Turun ke Desa’ Jalani Program Pengabdian 7 HariGMNI Desak DPRD Tolak LKPJ Pemkot Bandung
Tahun ini, SMAN 1 Nagreg meluluskan sebanyak 428 siswa, baik dari program reguler maupun SMA Terbuka. Seluruh siswa dinyatakan lulus karena telah memenuhi persyaratan akademik, kehadiran, dan sikap yang baik.
Toteng menuturkan, kendala terbesar bukan berasal dari siswa, melainkan dari dukungan orang tua. Banyak orang tua yang masih beranggapan biaya kuliah sangat mahal, padahal mekanisme UKT (Uang Kuliah Tunggal) di perguruan tinggi negeri sudah disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang tua.
Selain itu, tersedia banyak pilihan perguruan tinggi swasta yang terjangkau dan berbagai program beasiswa. “Oleh karena itu, kami akan intensif melakukan parenting kepada orang tua siswa kelas X dan XI. Anak-anak sebagian besar sudah termotivasi, tinggal kami dorong kesadaran orang tua mengenai peluang pendidikan tinggi,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, sekolah menyiapkan beberapa strategi, antara lain:
- Memperkuat pembimbingan karir melalui Bimbingan Konseling (BK);
- Meningkatkan kualitas akademik siswa;
- Mendorong guru untuk lebih selektif memberikan nilai terbaik kepada siswa berprestasi.
Target internal sekolah adalah minimal 30 persen siswa di setiap kelas memiliki nilai unggulan guna memperbesar peluang lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). “Kalau di setiap kelas ada lima siswa dengan nilai terbaik, itu sudah sangat membantu membuka peluang SNBP yang lebih luas,” jelas Toteng.
