110 Siswa SMP Salman Al Farisi Bandung ‘Turun ke Desa’ Jalani Program Pengabdian 7 Hari

SMP Salman Al Farisi Bandung
Sebanyak 110 siswa SMP Salman Al Farisi Bandung akan menjalani pengabdian masyarakat selama tujuh hari, mulai 31 Mei hingga 6 Juni 2026 di Dusun Babakan Loa, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.
0 Komentar

BANDUNG – Rutinitas belajar di kelas akan ditinggalkan sejenak oleh 110 siswa SMP Salman Al Farisi Bandung. Mereka akan menjalani pengalaman hidup yang berbeda selama tujuh hari, mulai 31 Mei hingga 6 Juni 2026, dengan tinggal dan berbaur bersama warga Dusun Babakan Loa, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk PROSPEK BASKARA’27 ini mengusung tema “BASKARA: Basa Ka Imah Warga”. Bukan sekadar program sekolah biasa, kegiatan ini dirancang sebagai perjalanan mendalam untuk belajar kehidupan, kepedulian, dan kebersamaan langsung dari masyarakat.

Ketua Pelaksana PROSPEK BASKARA’27, Lafasada Alfarabi Setiawan, mengatakan program ini sengaja dibuat agar siswa mendapatkan pelajaran yang tak bisa didapat dari buku pelajaran. “Kami ingin peserta datang bukan hanya membawa program, tapi juga hati yang penuh empati dan semangat untuk belajar dari masyarakat,” ujar Lafasada.

Baca Juga:GMNI Desak DPRD Tolak LKPJ Pemkot BandungKodam III/Siliwangi Tekankan Peran Strategis Pengusaha Muda

Selama menginap di desa, para siswa akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan nyata, mulai dari renovasi fasilitas umum, pembagian bantuan sosial, layanan kesehatan gratis, hingga edukasi anak-anak desa.

Tak hanya itu, suasana kebersamaan juga akan diwarnai lomba warga, bazar, tabligh akbar, serta family gathering untuk mempererat silaturahmi antara siswa dan masyarakat setempat.

Humas kegiatan, Galuh Ivo Kamea, menuturkan bahwa pengalaman tinggal bersama warga bakal menjadi kenangan yang mendalam bagi para siswa. “Kami ingin mereka merasakan sendiri bagaimana hidup di tengah masyarakat. Bukan hanya melihat dari jauh, tapi ikut membantu, berinteraksi, dan memahami kehidupan dari sudut pandang yang berbeda,” katanya.

Galuh menambahkan, PROSPEK BASKARA’27 merupakan inisiatif BASA 27, angkatan ke-27 SMP Salman Al Farisi, sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda kepada masyarakat.

“Harapannya, setelah pulang nanti, mereka tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli, lebih bersyukur, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Melalui program ini, SMP Salman Al Farisi Bandung berharap para siswanya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa sosial tinggi, serta pengalaman hidup yang berharga sebagai bekal di masa depan. (bbs)

0 Komentar