JABAR EKSPRES – Hamparan eceng gondok kini menutupi sekitar 94 hektare permukaan Waduk Saguling dan mulai mengancam fungsi vital waduk sebagai penopang listrik Jawa-Bali.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, Doni Bakar mengatakan ledakan pertumbuhan eceng gondok dipicu tingginya pencemaran dan tumpukan sampah yang masuk melalui aliran Sungai Citarum.
“Penumpukan sampah di aliran sungai memicu pertumbuhan eceng gondok semakin cepat. Jika dibiarkan, sedimentasi waduk akan meningkat dan kapasitas tampungan air terus menurun,” ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga:Harga Solar Industri Naik, Gubernur Jateng Kawal Aspirasi Nelayan ke Pemerintah PusatPemkab Bandung Matangkan Sistem Peringatan Dini Banjir, Warga Rawan Banjir Disiapkan Lebih Siaga
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling.
“Kalau kapasitas tampungan air berkurang, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air untuk pembangkit menjadi menurun,” jelasnya.
Saat ini IP Saguling masih melakukan penanganan bertahap dengan membersihkan eceng gondok di sejumlah titik. Pembersihan dilakukan bergiliran mengingat luasnya sebaran tanaman air tersebut di permukaan waduk.
“Saat ini terpetakan sekitar 94 hektare area Waduk Saguling dipenuhi eceng gondok. Pembersihan kami lakukan bertahap dari satu titik ke titik lainnya agar penyebarannya bisa ditekan,” kata Doni.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mengevaluasi perluasan area pengangkutan eceng gondok guna menekan laju pertumbuhan tanaman tersebut.
Selain upaya teknis, pengelola waduk menilai pengendalian sampah dari wilayah hulu menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan eceng gondok di Waduk Saguling.
Baca Juga:Wamenkop Tegaskan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Anggota KoperasiPemkab Bogor Berharap Hibah Lahan Pangkas Anggaran Jalur Tambang
Tanpa perbaikan sistem pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya, kondisi perairan waduk dikhawatirkan akan terus memburuk dan mempercepat pendangkalan.
Seperti diketahui, eceng gondok yang tumbuh berlebihan dapat menutup permukaan air, menghambat sirkulasi oksigen, serta mempercepat penumpukan material organik di dasar waduk.
“Perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sangat menentukan. Jika sampah dipilah sejak dari rumah dan limbah bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat, dampaknya terhadap kondisi waduk akan sangat besar,” tandasnya. (Wit)
