Sunset di Kebun 2026 Padukan Musik dan Edukasi Lingkungan, Ribuan Penonton Padati Kebun Raya Bogor

Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto (kanan) ditemani Zaenal Arifin, GM Corporate Communic
Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto (kanan) ditemani Zaenal Arifin, GM Corporate Communication PT Mitra Natura Raha saat memberikan keterangan terkait festival musik Sunset di Kebun yang kembali digelar di Kebun Raya Bogor selama dua hari, Sabtu (9/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026). Foto: Sekar Andini
0 Komentar

Berbagai kegiatan seperti kelas edukasi tanaman, merangkai bunga, tabulampot, kokedama, hingga aktivitas seputar lingkungan dan pemuliaan tanaman dihadirkan dengan konsep yang lebih kekinian dan Instagramable agar lebih dekat dengan anak muda.

Marga mengatakan, aktivitas terkait lingkungan tersebut dikemas lebih menarik agar pesan tentang alam serta lingkungan dan konservasi tanaman dapat tersampaikan dengan cara yang lebih ringan dan mudah diterima pengunjung.

“itu adalah wahana kami atau media promosi kami juga yang makin terpusat untuk mempromosikan lingkungan. Tapi memang kami kemas lagi dengan mungkin bahasa sekarangnya, kita kemas dengan kekinian kali ya agar Instagramable. Itu adalah media kami atau cara kami untuk edukasi lingkungan ke anak muda utamanya,” katanya.

Baca Juga:Usai Mengamuk di RS, Pria Disabilitas Ditemukan Tewas Tenggelam di Situ Cikaret CibinongPertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu Migas

Adapun jumlah pengunjung pada festival musik Sunset di Kebun di Kebun Raya Bogor tahun 2026 dibatasi sekitar 5.000 penonton per hari. Pembatasan tersebut dilakukan karena konsep Sunset di Kebun berbeda dengan festival musik pada umumnya.

Marga mengatakan, festival ini mengusung konsep santai dengan suasana piknik dan gelar tikar sehingga kenyamanan pengunjung menjadi perhatian utama penyelenggara dibanding mengejar jumlah penonton yang berlebih.

“Memang kita batasi dan tidak ingin melebihi 5.000 pengunjung per hari karena dengan jumlah itu kapasitas area sudah cukup penuh. Berbeda dengan konser lain yang identik dengan berdiri dan lompat-lompat, Sunset di Kebun konsepnya lebih santai, jadi pengunjung bisa gelar tikar dan piknik sehingga ruang yang dimiliki setiap pengunjung tetap nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, konsep tersebut juga sengaja dihadirkan agar pengunjung tidak hanya menikmati konser musik, tetapi juga sekaligus dapat merasakan suasana alami Kebun Raya dengan lebih nyaman.

“Selain menikmati konser, pengunjung juga bisa menikmati suasana Kebun Raya. Itu yang menjadi tujuan kami, agar nilai edukasi lingkungan di Kebun Raya juga dapat tersampaikan dengan nyaman kepada penonton,” katanya.

Melalui perpaduan musik, edukasi, dan kampanye lingkungan tersebut, Sunset di Kebun diharapkan tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi anak muda, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran untuk lebih mengenal, menjaga, dan peduli terhadap lingkungan serta keanekaragaman hayati di Indonesia.

0 Komentar