Pengelola Pasar Caringin Paparkan Teknologi Pengolahan Sampah di Hadapan Menteri LH

Pekerja mengolah sampah dari pasar di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Minggu (10/5). Foto: Dimas Rachmatsy
Pekerja mengolah sampah dari pasar di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Minggu (10/5). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Meski demikian, Asep mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi dalam pengembangan teknologi tersebut. Salah satunya berkaitan dengan distribusi hasil produksi yang dinilai masih membutuhkan dukungan pemerintah.

“Kami masih membutuhkan dukungan pemerintah agar distribusi produk-produk seperti silase dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Selain persoalan distribusi, kendala regulasi juga menjadi perhatian utama pengelola.

Menurut Asep, hingga saat ini teknologi pengolahan sampah berbasis bioteknologi belum memiliki regulasi yang secara khusus mengatur standar maupun mekanisme pemanfaatannya.

Baca Juga:Pertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu MigasWagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban

“Kendala yang kami hadapi saat ini salah satunya terkait regulasi. Teknologi bioteknologi seperti ini masih belum memiliki regulasi yang jelas, sehingga kami berharap ada dukungan pemerintah agar produk-produk hasil pengolahan sampah ini dapat diterima lebih luas di masyarakat,” katanya.

Dalam pemaparan tersebut, pengelola juga menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar yang turut mendampingi pengembangan teknologi di Pasar Caringin, termasuk akademisi dari Universitas Padjadjaran yang memberikan penjelasan teknis mengenai pengolahan silase dan pemanfaatan limbah organik pasar.

Kunjungan Menteri LH ke Pasar Caringin menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di kawasan pasar tradisional.

Model ini dinilai dapat menjadi solusi pengurangan sampah perkotaan sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan limbah yang lebih produktif.

0 Komentar