JABAR EKSPRES – Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, penggunaan kantong plastik untuk pembagian daging kurban kembali menjadi sorotan. Masyarakat dan panitia kurban diharapkan mulai beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan guna mengurangi timbulan sampah plastik.
Koordinator Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Pusat, Dedi Kurniawan, meminta pemerintah daerah segera mengeluarkan imbauan resmi terkait pelaksanaan kurban tanpa plastik.
“Kami mendesak Pemprov, Pemkot dan Pemkab keluarkan surat imbauan qurban tanpa plastik,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga:Pertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu MigasWagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban
Menurutnya, momentum Idul Adha tidak hanya berkaitan dengan ibadah penyembelihan hewan kurban, tetapi juga harus menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan.
“Apalagi di situasi saat ini, dimana sampah di Jawa Barat masih menggunakan 100 persen kemasan plastik, di saat pemerintah menggembor-gemborkan pengurangan sampah plastik yang susah diurai, terlebih mahalnya dan jarangnya plastik saat ini,” terangnya.
Dedi menjelaskan, selama tujuh tahun terakhir FK3I bersama Tim Kurban Asik Tanpa Plastik telah mengampanyekan penggunaan kemasan ramah lingkungan seperti besek bambu dan daun tisuk untuk pembagian daging kurban.
Selain itu, panitia kurban juga didorong mengimbau warga membawa wadah sendiri dari rumah melalui koordinasi RT dan RW.
“Atau pihak panitia qurban mewajibkan warga yang mendapat bagian, membawa wadah masing-masing dari rumah melalui RT dan RW,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengelolaan limbah hasil penyembelihan juga perlu menjadi perhatian, mulai dari kotoran hewan, jeroan, hingga darah kurban agar tidak mencemari lingkungan.
Menurutnya, perlu disiapkan tempat penampungan khusus limbah hewan kurban yang nantinya dapat diolah menjadi kompos.
Baca Juga:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super TeacherGuru Honorer Tasikmalaya Desak Kejelasan Status dan Gaji, DPRD Siap Dorong ke Pusat
“Ke depan limbah itu bisa dijadikan kompos dan tidak mencemari tanah maupun sungai di sekitar lokasi penyembelihan,” katanya.
Dedi mengungkapkan, berdasarkan pengalaman kampanye yang telah dilakukan, masih banyak panitia kurban di berbagai daerah yang belum memiliki kepedulian terhadap pengurangan sampah plastik dan pengelolaan lingkungan saat proses penyembelihan.
Karena itu, FK3I mendorong pemerintah untuk lebih aktif memberikan edukasi dan imbauan kepada panitia kurban agar mulai mengurangi penggunaan plastik, minimal separuh dari total kemasan yang digunakan.
