Angka Kemiskinan di Desa Cimanggung Sumedang Tinggi, Genjot Penurunan Lewat Program Kampung Sosial 

Angka Kemiskinan di Desa Cimanggung Sumedang Tinggi, Genjot Penurunan Lewat Program Kampung Sosial 
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir ketika dijumpai usai peresmian Kampung Sosial di Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Sumedang, Dony Ahmad munir menyampaikan, jika wilayah Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung merupakan daerah dengan kategori angka kemiskinannya tinggi.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong supaya sejumlah program dapat diaplikasikan di Desa Cimanggung, salah satunya dibentuk menjadi Kampung Sosial.

“Hari ini Sumedang diberi kepercayaan, di Desa Cimanggung ini menjadi Kampung Sosial yang bekerjasama dengan Provinsi (Jabar),” kata Dony usai peresmian pada Kamis (7/5/2026).

Baca Juga:Jabar Darurat Kekerasan Anak, Perundungan Jadi Pemicu Tingginya Angka ATS di SumedangKondisi Kesehatan 95 Calon Jemaah Haji Asal Sumedang Aman, Siap Diberangkatkan Langsung ke Jeddah 

Berdasarkan data yang dihimpun Jabar Ekspres pada periode 2024, Kecamatan Cimanggung tercatat memiliki angka kemiskinan ekstrem sebanyak 411 kepala keluarga (KK) atau 1.441 jiwa, meski berada di kawasan industri.

Tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumedang sendiri mengalami penurunan menjadi 9,10 persen pada 2024, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Sumedang.

Diketahui, Program Kampung Sosial merupakan inisiatif strategis Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat pada 2026, yang bertujuan memperluas penanganan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) secara terintegrasi hingga tingkat desa/kelurahan.

Program ini memadukan rehabilitasi sosial, pemberdayaan ekonomi, dan jaminan sosial melalui kolaborasi lintas sektor tanpa APBD, berfokus pada kemandirian kelompok rentan.

Program tersebut juga merupakan bagian dari upaya terpadu dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan edukasi.

Program Kampung Sosial ini menjadi payung utama yang mengintegrasikan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam satu kawasan.

Kampung Sosial bertujuan menciptakan lingkungan yang mandiri, inklusif, dan tangguh melalui kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat.

Baca Juga:KDM Janji Tangani Irigasi Ciramajaya, Wabup Minta Masyarakat Tertibkan Sempadan dari Bangunan LiarProduktivitas Tinggi, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Investor Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal 

Melalui program ini, berbagai intervensi sosial seperti edukasi, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan berbasis komunitas dilaksanakan secara terpadu di tingkat lokal.

“Dengan berbagai program dihadirkan di tempat ini, kolaborasi antar provinsi dengan kabupaten bersama pentahelix lainnya, seperti BUMN/BUMD,” ujar Dony.

“Misal yang tidak punya pekerjaan jadi dapat pekerjaan karena ada job fairnya, yang usaha ada (pembuatan) NIB di sini, sekaligus cek bansos di sini,” lanjutnya.

Dony memaparkan, pelaksanaan Program Kampung Sosial juga merupakan bentuk upaya pemerintah, dalam realisasi bantuan yang selama ini masih terdapat yang tidak tepat sasaran.

“Untuk memastikan bahwa yang mendapat bansos betul-betul tepat sasaran, dicek ke lapangan langsung apa sudah dapat bansos atau belum,” paparnya.

0 Komentar