JABAR EKSPRES — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan khusus tambang rampung pada tahun ini.
Proyek ini dipercepat karena jalur khusus tambang hingga kini belum dibuka dan masih berdampak pada masyarakat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, pembebasan lahan menjadi tahap krusial agar pembangunan segera berjalan.
Baca Juga:Usai Hilang 3 Hari, Lansia 80 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Cianten Leuwiliang BogorPria Lansia Tertimbun Longsor saat Tebang Bambu di Dramaga Bogor, BPBD Lakukan Pencarian
“Target kami 2026 pembebasan lahan selesai 100 persen, sehingga pembangunan bisa langsung dilaksanakan,” ujar Rudy kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Saat ini, rencana tersebut telah masuk tahap pengajuan penetapan lokasi (Penlok) ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Jalur khusus tambang disiapkan untuk memisahkan angkutan tambang dari jalan umum.
“Dengan adanya jalur khusus, operasional tambang ke depan tidak lagi mengganggu pengguna jalan lain,” katanya.
Ia menambahkan, proyek ini menjadi upaya menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan di kawasan tambang.
Pembebasan lahan akan dibiayai melalui APBD Kabupaten Bogor yang telah disetujui DPRD, dengan kemungkinan dukungan hibah dari pihak swasta.
“Nantinya seluruh proses, termasuk lokasi lahan, akan dipublikasikan secara terbuka setelah appraisal berjalan,” tutupnya.
Baca Juga:Kemenkeu Genjot Transfer Daerah, 29,5 Persen Anggaran Sudah Mengalir di Awal 2026KONI Kabupaten Bogor Benahi Pembinaan, Target Juara Umum Porprov 2026
Pembangunan jalan khusus tambang ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi penataan aktivitas pertambangan di wilayah barat Kabupaten Bogor.
