JABAR EKSPRES – Penantian panjang warga Kampung Rumbia, Desa Sukarame dan Kampung Cibutak, Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, akhirnya terjawab.
Jembatan Gantung Perintis Garuda resmi diresmikan Rabu (6/5/2026), mengakhiri kebiasaan warga yang selama bertahun-tahun harus menyeberangi sungai dengan risiko basah, terpeleset, hingga terhambat banjir demi bersekolah, bertani, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jembatan sepanjang 50 meter dengan lebar 1,2 meter itu kini menjadi penghubung utama dua kampung yang sebelumnya hanya terhubung melalui jembatan bambu sederhana dan jalur sungai.
Baca Juga:Nyalip dari Kanan, Pemotor Tewas Tabrakan dengan Pikap di CiseengIndonesia Pikat Investor Global, Tawarkan Potensi Besar Hulu Migas dan Kolaborasi Teknologi
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, keberadaan jembatan tersebut akan memberi dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Pacet.
“Dengan adanya jembatan ini sangat berpengaruh dan berdampak terhadap pertumbuhan dan percepatan ekonomi masyarakat, tentunya di wilayah Kecamatan Pacet terutama dua desa ini, yaitu Desa Cikitu dan Desa Sukarame,” ujar Dadang.
Ia mengaku melihat langsung perubahan signifikan dari kondisi sebelum hingga sesudah pembangunan.
Menurutnya, jembatan tersebut menjadi hadiah besar bagi masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya warga Pacet.
Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, jajaran TNI, termasuk Panglima, Kasad, Pangdam, dan Dandim 0624/Kabupaten Bandung yang telah merealisasikan pembangunan tersebut.
“Ini hadiah untuk warga Kabupaten Bandung terutama di Kecamatan Pacet,” katanya.
Tak hanya meresmikan, Dadang secara spontan memberikan bantuan pribadi masing-masing Rp10 juta untuk Desa Cikitu dan Desa Sukarame guna memperbaiki akses jalan setapak menuju jembatan yang masih belum optimal.
Baca Juga:Ribuan Kopdes Merah Putih Tumbuh di Jabar, Akses Pembiayaan Jadi Kunci Naik KelasTebang Bambu Berujung Maut, Pria 60 Tahun Tewas Tertimbun Longsor di Dramaga Bogor,
“Sementara ini kita bantu secara pribadi dulu. Desa Cikitu Rp10 juta dan Desa Sukarame Rp10 juta, supaya semangat gotong royong masyarakat bangkit,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti masih adanya rumah tidak layak huni di sekitar lokasi. Pemerintah, kata dia, akan membantu masing-masing tiga unit rumah di dua desa tersebut, sembari terus mendorong program perbaikan puluhan ribu rumah lainnya di Kabupaten Bandung.
“Tadi saya melihat ada beberapa rumah yang tidak layak huni, maka kita juga bantu di dua desa ini,” tutur Dadang.
