Jelang Ujian Madrasah 2026, Kemenag Banjar Terjunkan Tim Monev ke Seluruh Sekolah

Jelang Ujian Madrasah 2026, Kemenag Banjar Terjunkan Tim Monev ke Seluruh Sekolah
Kemenag Kota Banjar mengerahkan tim monitoring dan evaluasi (monev) ke madrasah di wilayah Kota Banjar dalam rangka persiapan pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tahun 2026, Senin (4/5/2026). (Istimewa/Kemenag Kota Banjar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar akan mengerahkan tim monitoring dan evaluasi (monev) ke semua madrasah di wilayah Kota Banjar. Langkah ini dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Tim monev tersebut akan menyasar madrasah dari jenjang MI, MTs, hingga MA, baik negeri maupun swasta. Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kankemenag Kota Banjar, H. Kiki Basuki Rahmat, M.M., mengatakan jadwal monev sudah disusun dan akan berlangsung mulai 4 hingga 12 Mei 2026.

“Tim akan turun langsung ke seluruh madrasah negeri dan swasta se-Kota Banjar. Tujuannya memastikan kesiapan pelaksanaan UM, mulai dari administrasi, sarana, pengawas, hingga kesiapan siswa,” ujar Kiki kepada Jabar Ekspres, Senin (5/5/2026).

Baca Juga:MAN Kota Banjar Satu-satunya Madrasah Wakili Banjar di LCC 4 Pilar MPR RI Tingkat JabarMeluruskan Makna, Menjaga Martabat Guru Madrasah

Tim monev terdiri dari sejumlah pejabat, Jabatan Fungsional Umum (JFU), dan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) di lingkungan Kemenag Kota Banjar. Mereka akan menyisir setiap titik pelaksanaan UM, termasuk madrasah yang menyelenggarakan ujian berbasis digital.

Kepala Kankemenag Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, menegaskan bahwa kegiatan monev ini penting untuk menjamin mutu dan integritas Ujian Madrasah. Ia meminta tim bekerja secara profesional dan objektif di lapangan.

“Saya berharap para petugas tim monev dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Catat dan inventarisir semua permasalahan yang ditemukan di lapangan, sekecil apapun. Itu akan jadi bahan evaluasi kita untuk perbaikan layanan pendidikan madrasah ke depan,” tegas A Fikri.

A Fikri menambahkan, monev bukan untuk mencari kesalahan madrasah, melainkan untuk mendampingi. Menurutnya, jika ditemukan kendala terkait pengawas, jaringan internet untuk ujian digital, atau sarana prasarana, pihaknya akan segera mencari solusi bersama madrasah yang bersangkutan.

“Jangan sampai mengganggu hak siswa untuk ujian dengan nyaman dan jujur,” katanya.

Hasil dari monitoring dan evaluasi ini akan dilaporkan langsung kepada Kepala Kankemenag. Laporan tersebut akan menjadi dasar pengambilan kebijakan untuk memastikan seluruh rangkaian UM berjalan lancar.

“Kami menargetkan pelaksanaan UM 2026 berlangsung secara tertib, lancar, akuntabel, dan bebas dari praktik yang mencederai kejujuran akademik. Seluruh madrasah diimbau menyambut baik kedatangan tim dan mempersiapkan segala dokumen serta sarana yang diperlukan,” katanya. (CEP)

0 Komentar