JABAR EKSPRES – Generasi muda kini tidak lagi hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi telah bertransformasi menjadi aktor utama dalam menggerakkan ekonomi digital.
Pernyataan ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, yang melihat langsung bagaimana generasi Z mengambil peran strategis dalam membentuk lanskap industri kreatif dan teknologi masa kini.
Dalam pandangannya, anak muda saat ini memiliki keunggulan kompetitif berupa kreativitas, keberanian berinovasi, serta kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi digital.
Baca Juga:Digelar di DBL Academy Jakarta, Kopi Good Day DBL Camp 2026 Jadi Laboratorium Sport Science Basket Usia DiniJelang Iduladha, 60 Persen Sapi Kurban di Kabupaten Bogor Masih Disuplai dari Luar Daerah
Kombinasi ini menjadikan mereka sebagai kekuatan baru dalam ekonomi global, bukan sekadar penerus, melainkan pencipta arah masa depan.
“Generasi mudah bukan sekadar pewaris masa depan, tetapi perancang masa depan itu sendiri,” katanya dikutip dari ANTARA, Rabu (29/4/2026).
Dengan teknologi digital, anak-anak mudah bukan hanya berhasil membangkitkan perekonomian, tetapi juga mengembangkan budaya lokal ke kancah internasional.
Ibas sapaan akrabnya, menyoroti keberhasilan Korea Selatan dalam memanfaatkan budaya sebagai soft power global, melalui fenomena seperti Squid Game, Blackpink, serta film Parasite.
Menurutnya, Indonesia juga memiliki peluang besar untuk mengikutu jejak tersebut melalui kekayaan budaya dan kreativitas generasi mudanya.
Maka, ia pun menyambut positif kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam meningkatkan perekonomian digital dan pemanfaatan budaya lokal lewat industri kreatif.
Kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan perlu dibangun karena kedua belah pihak memiliki kelebihan yang saling melengkapi.
Baca Juga:Optimisme Menkeu: Fondasi Ekonomi Menguat, Target 8 Persen Kian RealistisPemerintah Siapkan Aturan Baru untuk Tekan Biaya E-Commerce dan Lindungi UMKM
Menurut Ibas, Korea Selatan unggul dalam inovasi teknologi dan transformasi digital, sementara Indonesia memiliki keunggulan pada bonus demografi, energi generasi muda, serta pasa digital yang berkembang pesat.
“Kolaborasi Indonesia dan Korea bukan sekadar kemitraan, tetapi masa depan bersama yang harus kita bangun,” jelasnya.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, Ibas meyakini Indonesia akan menjadi negara yang berhasil memanfaatkan ekonomi digital untuk mengembangkan industri kreatif di kancah internasional.
