JABAR EKSPRES – Jelang Hari Raya Iduladha, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Bogor masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor mencatat, sekitar 60 persen kebutuhan sapi dipenuhi dari luar wilayah.
“Ya seperti tahun-tahun kemarin, persediaannya kita stok hewan kurban itu untuk pemenuhannya itu sendiri itu tidak terpenuhi,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Diskanak Kabupaten Bogor, Hardy Hendriwan pada Selasa (28/4/26).
Baca Juga:DKPP Bandung Siapkan 25 Ribu “Kalung Sehat” Jelang Iduladha 2026, Perketat Pengawasan Hewan KurbanLarang Jual Kambing di Trotoar dan Fasum Jelang Iduladha, Satpol PP Bogor Ancam Angkut Paksa Pelanggar
Kata dia, kontribusi peternak lokal masih berada di kisaran 30 hingga 40 persen, sementara sisanya didatangkan dari berbagai provinsi.
Ia memaparkan, pasokan hewan kurban tersebut berasal dari sejumlah daerah di luar jawa Barat, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.
“Kita mengimbau kepada pedagang supaya sapi-sapi yang diperdagangkan itu sudah memenuhi standar kesehatan disertai dengan surat keterangan kesehatan dari daerah asal,” kata Hardy.
Selain itu, kebersihan kandang dan lingkungan juga menjadi perhatian utama guna mencegah penyebaran penyakit.
Reporter: Dzihar
