Dari Defisit hingga Kasus Lama Kembali Disoal, Ini Alasan Ponpes Kampung Quran Sumedang Tutup Sementara 

Dari Defisit hingga Kasus Lama Kembali Disoal, Ini Alasan Ponpes Kampung Quran Sumedang Tutup Sementara 
Pimpinan Ponpes Kampung Quran Sumedang, Abah Abdul Basit Al Ghifari saat ditemui terkait polemik penutupan sementara atas adanya surat somasi yang dilayangkan. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Disepakatilah akhirnya tiga poin dari hasil musyawarah. Pertama diberhentikan sementara, kedua anak boleh ditarik dulu, kemudian anak boleh pindah ke Ponpes lain, jika tidak nyaman berada di Kampung Quran saat ini,” ungkap Abah Basit.

“Abah juga memberikan opsi, bagi yang mau pindah ke Ponpes Abah di Garut silahkan. Jadi kita dari Kampung Quran juga mengakui tidak optimal sementara ini, kalau mau pindah kita berikan rekom, tidak akan ditahan-tahan,” lanjutnya.

Dalam pemaparannya, Abah Basit mulai memasuki pembahasan mengenai polemik yang ramai diperbincangkan, yakni terkait adanya surat somasi yang dilayangkan oleh salah satu wali santri.

Muncul Surat Somasi

Baca Juga:Kunjungi Ponpes Al-Ma’mun Sumedang, Coklat Kita Silatusantren Bikin Santri Peduli Kebersihan LingkunganSatu Rumah dan Pesantren Terjebak Banjir di Desa Baginda Sumedang

Kopi hitam yang sudah tinggal setengah gelas kembali diteguk Abah Basti, lalu alur pembicaraan mengenai persoalan di Ponpes Kampung Quran dilanjutkan.

“Ada salah satu wali santri yang datang ke Abah, kemudian negosiasi mengenai lahan wakaf dan pengelolaan pondok,” tuturnya dengan suara tenang dan gestur tubuh yang tetap santai.

Abah Basit mengakui, jika terkait isu pelecehan seksual sekira satu tahun setengah lalu, memang pernah terjadi. Kendati demikian, pelaku sudah diusir serta dilarang memasuki area pesantren. Kesepakatan itu, dilakulan dengan perjanjian tertulis dan ditanda tangani di atas materai.

Adapun mengenai pemberhentian sementara KBM di Ponpes Kampung Quran, Abah Basit menuturkan, jika poin musyawarah sudah disepakati dan salah satu wali santri yang mendatanginya pun diberi penjelasan mendetil.

“Wali santri datang ke Abah, kemudian hasil musyawarah juga disampaikan sama Abah, tapi tanggapannya bilang kecewa dan akan beri pelajaran kepada pondok ini,” tuturnya.

Surat somasi pun dilayangkan kepada pihak Ponpes Kampung Quran, menuntut tanggung jawab atas terhentinya KBM, kerugian biaya, hingga dampak mental yang dialami santri.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, orangtua alias wali santri juga meminta adanya solusi konkret, termasuk pemindahan sekolah dan pendampingan psikologis.

Baca Juga:Kasus Dugaan Pelecehan di Ponpes Ciamis, Tiga Santriwati Jadi Korban Oknum PengajarDoktrin agar Dapatkan Keberkahan, Guru Ponpes di Bogor Diduga Lecehkan Santriwati 

Surat somasi yang dilayangkan juga menyangkut-pautkan kasus lama, isu sensitif mengenai pelecehan seksual turut dipersoalkan, dianggap dapat berubah menjadi ancaman nyata bagi lingkungan pendidikan.

0 Komentar