Buka Jalan Ekspor, Kemetrans Sebut Indonesia Berpotensi Pasok 3 Miliar Butir Kelapa ke China 

Buka Jalan Ekspor, Kemetrans Sebut Indonesia Berpotensi Pasok 3 Miliar Butir Kelapa ke China 
Ilustrasi Indonesia ekspor kelapa ke China. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas ekspor kelapa ke pasar China, seiring tingginya kebutuhan negara tersebut yang belum terpenuhi.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengungkapkan bahwa China membutuhkan sekitar 4 miliar butir kelapa per tahun, sementara produksi domestik mereka baru mencapai 1 miliar butir.

“Kelapa itu kebutuhannya 4 miliar butir (per tahun) di Tiongkok (China), tapi mereka hanya mampu dari yang mereka miliki di Provinsi Hainan itu hanya 1 miliar butir, jadi masih ada gapnya 3 miliar butir,” kata Iftitah dikutip dari ANTARA, Rabu (29/4).

Baca Juga:Berkontribusi Kurangi Pengangguran, Kawasan Industri Batang Serap 18.390 Tenaga KerjaGenerasi Muda Berpotensi Jadi Penggerak Utama Perkembangan Ekonomi Digital

“Ini potensi luar biasa yang kita bisa kembangkan,” sambungnya.

Tak hanya kelapa, sejumlah komoditas perkebunan lain seperti durian, kopi, dan cokelat juga dinilai memiliki prospek ekspor yang menjanjikan.

Khusus durian, permintaan dari pasar China sangat tinggi, namun nilai ekspor Indonesia masih tergolong kecil belum mencapai Rp1 triliun per tahun.

Padahal, nilai pasar durian di China diperkirakan mencapai Rp120 triliun hingga Rp137 triliun setiap tahunnya.

“Sementara di Sulawesi Tengah, menurut penuturan kepala daerah dan gubernur setempat, itu tadinya (hasil panen) durian itu melimpah, tidak tahu mau dijual ke mana,” kata Iftitah.

Menurut Iftitah, hal ini membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat, khususnya di kawasan transmigrasi.

Saat ini, harga durian di tingkat petani hanya berkisar Rp4.000–Rp5.000 per buah, sementara untuk ekspor bisa mencapai Rp25.000.

Baca Juga:Digelar di DBL Academy Jakarta, Kopi Good Day DBL Camp 2026 Jadi Laboratorium Sport Science Basket Usia DiniJelang Iduladha, 60 Persen Sapi Kurban di Kabupaten Bogor Masih Disuplai dari Luar Daerah

“Otomatis peningkatan pendapatan (masyarakat) akan signifikan (berdampak) dengan penurunan angka kemiskinan,” ujar Iftitah.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Kementerian Transmigrasi tengah menyiapkan pengembangan koridor ekonomi yang menghubungkan wilayah Poso, Sigi, hingga Parigi Moutong di Sulawesi Tengah. Kawasan ini akan difokuskan pada penguatan industri hilir dan pengolahan hasil perkebunan.

Selain mendorong ekspor, langkah ini juga ditargetkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Ia pun memastikan pembangunan kawasan ekonomi tersebut dilakukan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku dengan status lahan yang jelas (clear and clean).

0 Komentar