JABAR EKSPRES – Pergeseran tanah melanda Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, hingga merusak 7 unit rumah rusak dan memaksa puluhan jiwa mengungsi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan peristiwa dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Pergerakan tanah sudah mulai terdeteksi sejak Kamis (16/4) dengan munculnya retakan di tanah dan bangunan warga, puncaknya terjadi pada Senin malam (20/4) sekitar pukul 22.00 WIB saat hujan deras kembali turun, sehingga pergeseran tanah meluas,” ujarnya, Selasa (21/4/26).
Baca Juga:Temuan Aliran Listrik Diduga Tersambung ke PKL di Taman Heulang, PLN ULP Bogor Timur Lakukan Pengecekan PKL di Kawasan Taman Heulang Bakal Direlokasi, Pemkot Bogor Siapkan Area Festival Kuliner Kasintu
Menurutnya, panjang area terdampak mencapai sekitar 100 meter dengan pergeseran dari bagian atas hingga bawah mencapai kurang lebih 50 meter.
Akibat kejadian tersebut, kata Adam, empat rumah mengalami rusak berat dan tiga lainnya rusak sedang.
Kemudian, sebanyak 28 warga dari 9 kepala keluarga terpaksa mengungsi sementara dengan menyewa tempat tinggal di sekitar lokasi kejadian.
“Pergerakan tanah masih terus terjadi berlangsung ditandai dengan suara pergerakan bangunan rumah,” kata Adam.
Reporter: Dzihar
