Dalam ikhtiar pencegahan, langkah mereka pun merapat ke sekolah, menyulam kerja sama di ruang-ruang belajar.
Lewat sosialisasi, imbauan, dan edukasi, mereka menanam benih kesadaran, agar sekolah tak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi pelabuhan pertama tempat kegelisahan remaja berlabuh dan perlahan menemukan jawab.
“Tentu, karena disini kami tidak bisa bergerak sendiri untuk mencapai hasil yang maksimal. Kami membutuhkan keterlibatan dari banyak pihak, sekolah salah satu nya,” tutup Safruri. (Mong)
