Penyebaran informasi peringatan dini pun akan diperluas agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bencana.
Dedi menambahkan, seluruh strategi mitigasi tersebut akan dijalankan melalui skema koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, instansi teknis, hingga masyarakat.
“Koordinasi menjadi kunci. Kita ingin semua pihak siap agar dampak El Nino bisa diminimalkan,” tandasnya.
Baca Juga:Bendungan Jebol di Gununghalu, 80 Hektare Sawah Terancam KekeringanKekeringan Makin Parah, Alamku Geruduk BTNGC: Bongkar 40 Titik Air Ilegal dan Minta Kepala Balai Mundur
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Barat akan datang lebih cepat dengan curah hujan di bawah normal.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Bandung Barat, sehingga langkah mitigasi sejak dini dinilai menjadi hal yang tidak bisa ditawar. (Wit)
