JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama TNI semakin memperkuat sinergi untuk menjaga keamanan sekaligus mempercepat pembangunan hingga ke wilayah terpencil.
Komitmen ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD ke-128 Tahun 2026 yang digelar di Makorem 061/Suryakancana, Kota Bogor, Kamis (16/4/2026).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga dirasakan masyarakat di pelosok.
Baca Juga:Rudy Susmanto Dorong Sinergi Pemprov Jabar untuk Percepat Infrastruktur dan Layanan Kesehatan di BogorUstaz di Megamendung Bogor Diduga Lecehkan Muridnya
“Sinergi yang terus terjalin ini menjadi kekuatan bersama dalam memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/4).
Dalam Rakornis tersebut, sejumlah program strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Rudy menyebut, forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara pemerintah daerah dan TNI.
“Melalui sinergi yang terus terjalin, kita bergerak bersama, saling melengkapi untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, menekankan bahwa koordinasi antara TNI dan pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga pada percepatan pembangunan.
“Kami sudah sering berkoordinasi, namun momentum ini menjadi penting untuk membahas lebih fokus terkait kamtibmas dan percepatan pembangunan seperti Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih hingga dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat,” ungkapnya.
Thomas juga memaparkan program unggulan TNI berupa pembangunan Jembatan Perintis Garuda, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan infrastruktur di wilayah rawan bencana.
Baca Juga:Harga Minyakita Naik Tipis, Mendag Klaim Tidak Ada Kelangkaan Stok Survei Kompas: 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis, Kinerja Pemkot Tuai Apresiasi
“Beberapa kejadian jembatan hanyut menjadi perhatian kami. Perbaikan dilakukan menggunakan anggaran TNI dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap Korem ditargetkan membangun lima jembatan per bulan dengan prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kajian teknis di lapangan.
“Program TNI dirancang untuk melengkapi program pemerintah daerah, sehingga kolaborasi ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
