JABAR EKSPRES, Kabupaten Bandung – Masalah sampah liar yang kerap menghantui lingkungan kini mulai ditindak tegas. Bertempat di Kampung Paledang, RT 04/RW 11, Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk, sebuah aksi nyata bertajuk program “Pameungpeuk Berdasi” (Pameungpeuk Bersih dari Sampah Liar) resmi digelar pada Selasa (14/4/2026).
Kegiatan pembersihan ini tidak main-main. Terlihat sinergi kuat antara berbagai unsur, mulai dari aparat Kecamatan Pameungpeuk, TNI-Polri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Kader B3S (Bandung Bedas Bersih Sampah) hingga organisasi kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila dan warga setempat.
Pantauan wartawan Jabarekspres di lokasi menunjukkan sebuah truk pengangkut sampah dari UPT kebersihan di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung dikerahkan untuk menampung puluhan karung sampah yang berhasil dikumpulkan oleh petugas dan relawan.
Baca Juga:Pembahasan LKPJ Gubernur Dimulai di Sumedang oleh Komisi II DPRD JabarTingkatkan Kualitas Layanan, RSUD Welas Asih Resmikan Klinik Kesehatan Tradisional dan Perluas Infrastruktur
Camat Pameungpeuk Agus Hindar Ruswanto, S.STP., M.Si, yang memimpin langsung di lapangan, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial. Pihaknya mengusung konsep 3P untuk memastikan sampah tidak kembali menumpuk. Strategi 3P bentuk kunci keberlanjutan diantarnya, Pembersihan: aksi fisik pengangkutan sampah liar yang menumpuk di pinggir jalan dan lahan kosong.
Pembinaan: memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga yang benar.
Pengawasan: Melibatkan ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk memantau titik-titik rawan pembuangan sampah ilegal secara rutin.
“Kami berharap setelah dibersihkan hari ini, tidak ada lagi sampah yang bertumpuk. Jika sampah muncul lagi, berarti program pembinaan kita belum maksimal. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat harus dilakukan terus-menerus tanpa henti,” jelas Camat Pameungpeuk di sela-sela kegiatan.
Rutin Setiap Selasa dan Jumat
Agus Hindar mengatakan, Guna memastikan wilayah Pameungpeuk benar-benar bebas dari sampah liar, program gabungan ini rencananya akan dilaksanakan secara konsisten setiap hari Selasa dan Jumat. Fokusnya adalah membersihkan titik-titik pembuangan sampah ilegal yang selama ini mengganggu estetika dan kesehatan lingkungan.
“Semangat gotong royong ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif warga Desa Bojongkunci dan sekitarnya untuk lebih mencintai lingkungan,” katanya.
