Atas temuan tersebut, pihaknya memberikan tenggat waktu kepada pengelola untuk melakukan perbaikan.
“Saya sudah perintahkan untuk diberi waktu 3 sampai 6 bulan. Kalau tidak ada perbaikan, kita tutup permanen,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta pemberian sanksi tegas kepada petugas yang dinilai lalai, khususnya dalam pengawasan produksi.
Baca Juga:Hanya 36 SPPG Lolos SLHS di Bandung Barat, Ini Alasan Dinkes!Kasus Keracunan MBG Muncul, Pemkab Bandung Barat Hentikan Sementara Dapur SPPG Panyandaan
“Saya sudah meminta agar ada peringatan keras kepada Kepala SPPG dan pengawas gizi yang tidak berada di lokasi saat proses produksi berlangsung,” pungkasnya.
Menanggapi temuan tersebut, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pemerintah Kabupaten Bandung Barat senantiasa mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam penanganan stunting dan pemenuhan gizi masyarakat,” ujar Asep di Ngamprah, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, dukungan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga diwujudkan melalui penguatan sistem pengawasan dan standar operasional di lapangan.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah melalui Dinas Kesehatan dengan menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Penerbitan SLHS akan mengacu pada SOP yang berlaku dan dilakukan secara transparan serta akuntabel, agar kualitas dan keamanan pangan benar-benar terjamin,” katanya.
Asep menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program nasional tersebut.
Baca Juga:Ratusan Siswa di Bandung Barat Kembali Keracunan MBG, DPR Minta SPPG Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Total85 Dapur SPPG di Bandung Barat Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi!
“Komitmen ini merupakan wujud nyata sinergi pemerintah daerah dalam mendukung program nasional demi mewujudkan masyarakat Bandung Barat yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Wit)
