JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Sebanyak 30 petugas diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan di berbagai titik penjualan dan lokasi penyembelihan hewan kurban guna mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan serta memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak.
Petugas yang diterjunkan terdiri atas unsur Dinas Pangan dan Pertanian, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), hingga siswa magang yang akan membantu pengawasan selama pelaksanaan Iduladha.
Baca Juga:Jeje Ritchie Ismail Sidak Lapak Hewan Kurban, Ribuan Sapi dan Domba di Bandung Barat Dipastikan SehatJelang Idul Adha, Pemprov Jabar Pastikan Stik Hewan Kurban Aman
Nantinya, tim akan melakukan pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem terhadap hewan kurban sebelum dan sesudah penyembelihan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan sekaligus mengecek kelayakan daging yang akan dikonsumsi masyarakat.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, pengawasan terhadap hewan kurban menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan pangan asal hewan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
“Pemeriksaan hewan kurban ini penting untuk memastikan hewan yang beredar dan disembelih memenuhi standar ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujar Ngatiyana di Pemkot Cimahi, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, pengawasan kesehatan hewan juga menjadi upaya preventif pemerintah dalam mencegah penyebaran penyakit hewan menular yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Melalui pengawasan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi berharap pelaksanaan Iduladha 2026 dapat berjalan lancar dengan hewan kurban yang sehat serta daging yang aman dikonsumsi.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban dari penjual yang telah memenuhi standar kesehatan dan berada dalam pengawasan resmi petugas.
“Selain itu, pemeriksaan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban,” kata Ngatiyana menutup. (Mong)
