JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merealisasikan rencana besar penataan kawasan depan Gedung Sate yang akan diintegrasikan dengan Lapangan Gasibu.
Proyek ini merupakan bagian dari visi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menciptakan ruang publik representatif sekaligus meningkatkan estetika kawasan pusat pemerintahan.
Berdasarkan pantauan Jabar Ekspres pada Selasa (7/4), sejumlah pekerja terlihat mulai melakukan persiapan awal. Paving taman di area depan Gedung Sate telah dibongkar, sementara tanaman dan bunga yang sebelumnya menghiasi lokasi tersebut juga sudah dipindahkan.
Baca Juga:Pemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke KeluargaPolisi Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Klapanunggal, Ribuan Pil Disita
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, menjelaskan bahwa proyek penataan ini akan segera memasuki tahap pelaksanaan setelah proses kontrak rampung.
“Sekarang masih dilaksanakan persiapan, ” terangnya kepada Jabar Ekspres, Rabu (8/4).
Ia juga menambahkan bahwa desain penataan kawasan masih terus disusun dan akan berjalan beriringan dengan proses kontrak.
“Desain ada seiring dengan kontrak, ” cetusnya. Wacana penataan kawasan depan Gedung Sate sebenarnya telah beberapa kali disampaikan oleh Dedi Mulyadi.
Ia menginginkan agar halaman Gedung Sate tidak lagi terpisah dari Lapangan Gasibu, melainkan menjadi satu kesatuan ruang publik yang luas dan fungsional.
Selain untuk meningkatkan nilai kewibawaan kawasan, area tersebut nantinya dirancang agar dapat digunakan untuk berbagai kegiatan resmi, termasuk upacara tingkat provinsi. Selama ini, kegiatan upacara besar umumnya dilaksanakan di Lapangan Gasibu.
Dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) pada awal Januari 2025, Dedi menegaskan pentingnya penataan tersebut.
“Jadi itu fokus untuk menata halaman Gedung Sate. Nanti wibawa, Jawa Barat punya alun-alun,” kata Dedi Mulyadi dalam video yang juga dibagikan di akun medsosnya pada 3 Januari lalu.
Baca Juga:Aksi Perampokan Bermodus Investasi di Sentul Bogor Terbongkar, Empat Pelaku Dibekuk PolisiDi Puncak Tapi Tak Boleh Lengah, Persib Dapat Peringatan Keras dari Bojan Hodak
Ia juga menjelaskan bahwa integrasi kawasan ini menjadi penting karena saat ini Gedung Sate dan Lapangan Gasibu masih dipisahkan oleh Jalan Diponegoro.
Dari sisi anggaran, proyek ini telah dipersiapkan secara matang. Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jawa Barat, terdapat lelang jasa konsultasi pengawasan untuk proyek plaza depan Gedung Sate–Gasibu dengan nilai sekitar Rp464 juta.
