JABAR EKSPRES – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Barat menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah daerah, termasuk memberi masukan kritis terkait berbagai persoalan pembangunan.
Ketua ICMI Jawa Barat, Prof. Sutarman, mengatakan bahwa pemerintah daerah menghadapi beragam tantangan, mulai dari kesehatan, lingkungan, ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat.
“Misalnya persoalan pendidikan. Rata-rata lama sekolah itu masih di bawah 9 tahun. Ini kan juga persoalan,” ujarnya selepas Silaturahmi Kerja Wilayah ICMI, Rabu (8/4).
Baca Juga:Pemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke KeluargaPolisi Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Klapanunggal, Ribuan Pil Disita
Prof. Sutarman menambahkan, ICMI, yang mayoritas anggotanya adalah cendekiawan, siap memberikan masukan kritis agar berbagai masalah pembangunan dapat terpecahkan.
“Mau dilibatkan langsung atau engga, kami biasanya memberi masukan,” cetusnya.
Selain memberi masukan, ICMI juga melakukan aksi nyata. Contohnya, penanganan kasus stunting di salah satu kabupaten di Jawa Barat.
“Dulu ada satu Kabupaten (Stunting.red) sampai 27 persen. Kami ICMI berkerja sama dengan LLDIKTI, dengan para guru besar, masuk ke daerah itu. Kini dari 27 persen jadi 14 persen. Itu kontribusi,” terangnya.
Sementara itu, Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, menyambut hangat peran ICMI. Ia menekankan bahwa tantangan pembangunan semakin kompleks, seiring transformasi digital dan kebutuhan pembangunan SDM generasi muda.
“Terutama Gen Y, Gen Z ya, bahkan Gen Alpha. Mereka relatif rapuh (mental.red) dibandingkan dengan para senior Gen X maupun Gen Baby Boomers. Tapi dari sisi ide dan kreativitas mereka lebih keren,” kata dia.
Herman menyampaikan, dalam pembangunan manusia, Pemda tentu tidak bisa bekerja sendiri.”Kami dari Pemda Provinsi Jawa Barat ya sangat membutuhkan peran aktif, peran serta ICMI. Terutama bagaimana melakukan pendalaman, pengkajian (kebijakan.red) secara cermat,” jelasnya.
Menurutnya, masukan dari para cendekiawan akan membantu menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Baca Juga:Aksi Perampokan Bermodus Investasi di Sentul Bogor Terbongkar, Empat Pelaku Dibekuk PolisiDi Puncak Tapi Tak Boleh Lengah, Persib Dapat Peringatan Keras dari Bojan HodakÂ
“Ya kami butuh masukan dari ICMI ya jangan sampai kebijakan pemerintah ka kidul (ke selatan) padahal masyarakat menghendaki ka kaler (ke utara),” cetusnya.
Herman juga menegaskan, di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, kepuasan masyarakat cukup tinggi, dan kontribusi intelektual ICMI diharapkan dapat meningkatkan kinerja Pemda Jawa Barat pada 2026.
