Diduga Aliran Sesat, Tempat di Tasikmalaya Diserang hingga Viral di Media Sosial

Ist. Tangkap layar rekaman video di sosial media yang memperlihatkan adanya dugaan penyerangan terhadap sebuah
Ist. Tangkap layar rekaman video di sosial media yang memperlihatkan adanya dugaan penyerangan terhadap sebuah tempat yang diduga dijadikan tempat berkumpul aliran sesat di Tasikmalaya. Dok. Istimewa.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aksi penyerangan terhadap sebuah bangunan yang diduga dijadikan tempat perkumpulan kelompok aliran sesat terjadi di Kampung Sawah Bambu, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Peristiwa tersebut terekam video dan viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan kejadian itu berlangsung pada Rabu, 1 April 2026. Dugaan adanya aktivitas aliran sesat di lokasi tersebut disebut memicu emosi warga hingga berujung penyerangan.

“Namun situasi berhasil diredam dan warga langsung membubarkan diri,” ujar Hendra, Senin (6/4).

Baca Juga:Halal Bihalal IPPU Jabar 2026 di Bandung: Pererat Silaturahmi, Bangkitkan Peran Strategis PensiunanPerkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Ia menjelaskan, pemilik tempat yang diduga digunakan sebagai lokasi perkumpulan tersebut sebelumnya juga pernah tersangkut permasalahan serupa. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta sebenarnya.

Saat ini, polisi tengah memeriksa sejumlah saksi guna mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut.

Sementara itu, berdasarkan narasi dalam video yang beredar, bangunan tersebut diduga dijadikan tempat perkumpulan Saung Taraju Jumantara (STJ). Kelompok dengan dugaan beranggotakan 30 orang itu disebut-sebut sebagai aliran sesat sehingga warga melakukan penyerangan hingga membakar bangunan tersebut.

0 Komentar