Pengalaman Tak Biasa Operator Call Center 112 Cimahi, dari Telepon Iseng Sampai Laporan Diluar Nalar

Pengalaman Tak Biasa Operator Call Center 112 Cimahi, dari Telepon Iseng Sampai Laporan Diluar Nalar
Seorang petugas operator Call Center 112 Cimahi. (Mong)
0 Komentar

Kolaborasi Antar Instansi

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang IKPS Diskominfo, Adhy Ramadhyan menekankan pentingnya kolaborasi.

“Selain operator 112, kami libatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar, Dishub, DLH, dan Polres. Saat ada kejadian, tim gabungan langsung ke lokasi. Misal anak mengamuk atau meresahkan keluarga, polisi dan Bhabinkamtibmas langsung OTW ke tempat kejadian,” ujarnya.

Sejak awal, kata Adhy, layanan Call Center 112 juga sering menerima laporan non-darurat, seperti dompet hilang atau kartu SIM tidak aktif.

Baca Juga:Satresnarkoba Polres Cimahi Bekuk Pengedar Sabu Siap Edar dengan Modus TempelInovasi RWCoin Hadir di Cimahi, Dorong UMKM Naik Kelas

“Walau bukan darurat, operator tetap menanggapi, jelaskan mekanisme, dan bantu warga,” papar Adhy.

Mengurangi Prank Call dan Edukasi Warga

Untuk mengurangi prank call, sistem 112 sudah bisa mendeteksi nomor HP. Jika ada indikasi panggilan iseng, operator langsung mengetahui dan menindaklanjuti sesuai prosedur.

“Ke depan, edukasi warga lewat KIM dan perangkat daerah akan ditingkatkan,” jelas Adhy.

Layanan Tanggap Darurat yang Terus Berkembang

Dari pohon tumbang hingga insiden serius, Call Center 112 Cimahi terus berupaya jadi layanan tanggap darurat yang efektif.

Call Center 112 bukan sekadar nomor telepon darurat, tapi simbol kesiapsiagaan kota dalam melindungi warganya, dari hal-hal kecil hingga bencana nyata.

“Kolaborasi multi-instansi, sistem deteksi nomor HP, dan edukasi publik menjadi strategi untuk memastikan warga cepat tertangani, sekaligus meminimalkan telepon iseng,” tandas Adhy. (Mong)

0 Komentar