Selanjutnya, Bupati menyoroti dampak kondisi global, termasuk konflik internasional yang berpengaruh terhadap kenaikan harga energi dan bahan pokok. Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat, ia mendorong penerapan langkah efisiensi energi serta opsi pengaturan pola kerja seperti work from home (WFH) dan work from office (WFO) secara selektif. Ia juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan dinas berbahan bakar, beralih ke kendaraan pribadi roda dua, transportasi umum, atau bahkan bersepeda, khususnya bagi yang jarak tempat tinggalnya relatif dekat.
Dalam hal pengelolaan anggaran, Bupati menekankan pentingnya efisiensi penggunaan belanja operasional, seperti listrik, air, dan telekomunikasi, tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. Ia juga menyoroti kondisi belanja pegawai yang terus meningkat akibat penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sementara bantuan keuangan dari provinsi mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025 dan 2026.
“Belanja pegawai harus tetap dikendalikan sesuai ketentuan, maksimal 30 persen dari total APBD. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama dalam menjaga kesehatan fiskal daerah,” ujarnya.
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis
Bupati menjelaskan, pada tahun 2021 belanja pegawai masih di angka 25 persen, namun di tahun 2022, 2023 hingga saat ini APBD terus menurun karena efisiensi sehingga menyebabkan belanja pegawai naik persentasenya.
Selain itu, Bupati juga menyinggung program strategis nasional yang tengah berjalan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), KDMP, serta Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari arah kebijakan pembangunan yang perlu disinergikan di tingkat daerah. Mengakhiri arahannya, Bupati berharap seluruh jajaran pemerintah daerah dapat bergerak cepat, responsif, dan terkoordinasi.
“Secepatnya para camat menyampaikan hasil-hasil rakoor kita hari ini kepada para kepala desa, kepala dusun, RT, RW sampai ke masyarakat,” tandas Bupati Herdiat. (CEP)
