Selain persoalan Kartu Berdaya, netizen juga menyoroti infrastruktur jalan di perkampungan yang masih rusak serta kurangnya daya tarik kota selama musim liburan. Beberapa warga menganggap kepemimpinan saat ini belum memberikan gebrakan signifikan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, terutama dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.
Wali Kota Banjar Sudarsono saat dikonfirmasi menegaskan, pihaknya telah merealisasikan program dari Kartu Berdaya sejak tahun 2025 secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Program berdaya sudah terealisasi tahun 2025 sebesar Rp58,5 miliar. Kalau untuk Kartu Berdaya itu terlebih dahulu diverifikasi di desa atau kelurahan, nanti ditindaklanjuti dengan bantuan apa yang dimohon, dengan syarat warga tersebut harus masuk dalam DTSN,” kata Sudarsono menaggapi kritikan tersebut. (CEP)
