JABAR EKSPRES – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) eks Pasar Bogor menyambut positif relokasi ke Pasar Jambu Dua maupun Pasar Gembrong Sukasari.
Budi (25), pedagang sayuran yang sebelumnya telah berjualan di trotoar Jalan Roda, kawasan Pasar Bogor selama sekitar lima tahun, mengatakan kondisi berjualan di pinggir jalan selama ini cukup melelahkan.
Meski kawasan tersebut ramai pembeli, ia kerap menghadapi pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme yang justru menggerus pendapatannya.
Baca Juga:Operasional PKL Eks Pasar Bogor di Pasar Jambu Dua Dimulai Malam Ini, Satu Pedagang Sudah Buka Lapak Bupati Bogor dan Gubernur Jabar Perkuat Sinergi Lewat Silaturahmi Strategis
“Kalau di jalan memang pembeli banyak, tapi pengeluaran juga banyak. Ada pungli, belum lagi tekanan dari oknum. Jadi sama saja. Mending di tempat resmi, lebih tenang dan jelas untuk pembayarannya,” ujar Budi saat ditemui di kawasan Pasar Jambu Dua Kota Bogor, Senin (30/3/2026).
Hal senada disampaikan Sunendar (41), pedagang rempah-rempah yang sebelumnya berjualan di Jalan Bata, kawasan Pasar Bogor selama kurang lebih satu tahun. Ia mengaku lebih memilih berjualan di tempat resmi karena dinilai lebih aman dan terlindungi resmi oleh pemerintah.
Menurutnya, selama berjualan di pinggir jalan, pedagang kerap harus “kejar-kejaran” dengan petugas saat dilakukan penertiban dan tak jarang membayar denda jika barang dagangannya kedapatan oleh petugas dan dilakukan penyitaan.
“Saya sih tidak keberatan pindah. Dari kemarin juga pengennya jualan di tempat resmi, biar nyaman dan terorganisir. Capek juga di jalan, sudah diusir-usir, banyak pungli juga,” ucapnya.
Terkait penghasilan, Sunendar mengaku tidak khawatir karena telah memiliki pelanggan tetap.
Ia menyebut sebagian pelanggan bahkan sudah diberi informasi terkait lokasi baru, termasuk melalui pesan WhatsApp.
Bahkan, pihak Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor selaku pengelola ke dua pasar tersebut memberi keringanan dengan menggratiskan kios dan los ditempati para PKL untuk tiga bulan ke depan. Nantinya pun, harga yang diberikan disebutnya akan lebih disesuaikan sehingga tidak membebani para eks PKL Pasar Bogor.
Baca Juga:Bukti Daya Beli Kuat, Uang Beredar di Lebaran Capai Rp1.370 TriliunPrioritaskan Rakyat, Harga BBM Subsidi Dijaga Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
“Saya kan menempati los di Pasar Jambu Dua sekarang, digratiskan dulu untuk tiga bulan jadi tidak terbebani. Pelanggan juga sudah dikabarin, dan mereka juga tetap mau belanja ke sini. Mudah-mudahan ke depan makin ramai, jadi kalaupun bulan ke-empat bayar, saya pun bisa siap,” katanya.
