Bukti Daya Beli Kuat, Uang Beredar di Lebaran Capai Rp1.370 Triliun

Bukti Daya Beli Kuat, Uang Beredar di Lebaran Capai Rp1.370 Triliun
Ilustrasi uang beredar saat momen Lebaran 2026. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Periode Lebaran 2026 menjadi momen penting bagi perputaran ekonomi nasional, terutama di daerah. Lonjakan uang tunai yang beredar hingga Rp1.370 triliun bukan sekadar angka, tetapi sinyal kuat bahwa konsumsi masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal sedang berada dalam fase ekspansi.

Berdasarkan riset NEXT Indonesia Center yang mengacu pada data Bank Indonesia, jumlah uang kartal menjelang Lebaran tahun ini meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun lalu.

Kenaikan sebesar Rp130 triliun ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kapasitas belanja yang lebih besar, sekaligus menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap kondisi ekonomi.

Baca Juga:Prioritaskan Rakyat, Harga BBM Subsidi Dijaga Tetap Stabil di Tengah Gejolak GlobalKemnaker Perketat Pengawasan, Aduan THR Tak Lagi Berhenti di Administrasi

“Dari hasil riset yang kami lakukan berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah uang kartal atau uang tunai dalam bentuk kertas maupun logam yang diedarkan untuk kebutuhan (jelang) Lebaran 2026 mencapai Rp1.370 triliun. Angka tersebut lebih tinggi 10,4 persen atau nauk Rp130 triliun dibandingkan menjelang Lebaran 2025 yang hanya Rp1.240 triliun,” ujar kepala Peneliti NEXT Indonesia Center Ade Holis dikutip dari ANTARA, Jumat (27/3/2026).

Ade Holis menyebut peningkatan uang kartal tidak hanya mencerminkan kesiapan konsumsi masyarakat, tetapi juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang semakin menguat hingga ke tingkat daerah.

Namun, yang lebih menarik bukan hanya total uang yang beredar, melainkan besarnya dana yang langsung berada di tangan masyarakat.

Tercatat, jelang Lebaran 2026 dana siap belanja yang berada di luar kas perbankan tercatat mencapai Rp1.241 triliun, meningkat Rp104 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.137 trilun.

“Hal ini tentunya menjadi modalitas ekonomi daerah yang sangat kuat. Tambahan uang tunai sebesar Rp104 triliun yang dipegang masyarakat merupakan likuiditas segar yang siap memutar roda ekonomi di berbagai daerah tujuan pemudik,” ucapnya. Fenomena ini semakin diperkuat oleh tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penumpang di berbagai moda transportasi. Lonjakan terbesar terjadi pada transportasi laut, yang mencerminkan semakin meratanya arus ekonomi hingga ke wilayah kepulauan.

Transportasi darat dan kereta api juga mengalami peningkatan jumlah penumpang yang cukup besar, disusul oleh sektor penerbangan. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa masyarakat tidak hanya memiliki uang untuk dibelanjakan, tetapi juga kemampuan untuk berpindah dan mendistribusikan pengeluaran tersebut ke berbagai daerah.

0 Komentar