Pemkot Cimahi Beri Honor Guru PAK GAMKI, Tegaskan Komitmen Toleransi dan Keadilan Pendidikan Keagamaan

Pemkot Cimahi Beri Honor Guru PAK GAMKI, Tegaskan Komitmen Toleransi dan Keadilan Pendidikan Keagamaan
Pemkot Cimahi Beri Honor Guru PAK GAMKI, Tegaskan Komitmen Toleransi dan Keadilan Pendidikan Keagamaan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi mengukuhkan sekaligus memberikan honor kepada 54 Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang tergabung dalam Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Cimahi Tahun 2026, Sabtu (28/3/2026).

Kebijakan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab keterbatasan akses pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat posisi Cimahi sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

Kegiatan yang digelar di Aula Gedung A Pemkot Cimahi tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Di tengah keterbatasan tenaga pengajar formal, kehadiran ratusan anak beragama Kristen di Cimahi menuntut perhatian serius agar hak pendidikan agama tetap terpenuhi secara layak dan berkelanjutan.

Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis 

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menegaskan keterlibatan pemerintah dalam program ini merupakan bentuk pengakuan atas peran penting para relawan yang selama ini mengisi celah dalam sistem pendidikan formal.

Ia menyoroti, kebutuhan pendidikan agama tidak dapat sepenuhnya ditopang oleh sekolah formal yang memiliki keterbatasan waktu pembelajaran.

“Di sini ada hampir 500 anak beragama Kristen di Kota Cimahi. Kalau hanya mengandalkan pendidikan formal, pasti tidak akan pernah cukup. Seminggu sekali 30 menit,” ujarnya pada awak media usai kegiatan.

Menurut Adhitia, para relawan telah menunjukkan dedikasi tinggi dengan meluangkan waktu di tengah kesibukan profesi masing-masing untuk mengajar. Kontribusi tersebut dinilai strategis dalam membentuk pemahaman nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Meski demikian, ia mengakui dukungan pemerintah daerah terhadap kesejahteraan para pengajar non-formal masih terbatas. Saat ini, setiap relawan menerima honor sebesar Rp200 ribu, yang disebutnya sebagai bentuk awal perhatian pemerintah.

“Utamanya mengenai jaminannya, jaminan sosial dan jaminan kesehatan juga kita akan perhatikan ke depan sejauh mana. Alhamdulillah hari ini masih dicover oleh provinsi,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan Pemkot Cimahi akan mengevaluasi kemungkinan peningkatan kesejahteraan, baik dari sisi honorarium maupun perlindungan sosial.

Baca Juga:Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di PameungpeukORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

“Kami tidak membeda-bedakan antara guru ngaji dengan para volunteer, sama. Semua kebagian,” imbuhnya.

Adhitia juga menyinggung keberlanjutan jaminan kesehatan melalui BPJS yang saat ini masih ditanggung pemerintah provinsi. Ia memastikan, pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah antisipatif apabila skema tersebut berubah.

0 Komentar