Tak hanya UMKM, Billy juga menaruh perhatian besar pada peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kota. Ia menilai Bandung memiliki potensi besar dari sisi kreativitas generasi muda, namun masih membutuhkan ruang dan dukungan yang lebih luas. “Anak muda Bandung itu kreatif, inovatif. Tapi mereka butuh ekosistem. Pemerintah bisa hadir lewat inkubator bisnis, creative hub, sampai program mentoring yang berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya penyederhanaan regulasi untuk mendorong iklim usaha yang sehat. Menurutnya, birokrasi yang rumit masih menjadi hambatan bagi pelaku usaha, terutama yang baru merintis. “Kalau perizinan bisa dipermudah dan dipercepat, itu akan sangat membantu. Jangan sampai niat usaha justru terhambat di administrasi,” ungkapnya.
Billy juga mendorong pemerintah untuk lebih aktif menggelar event ekonomi seperti pameran, bazar, dan festival UMKM yang melibatkan pelaku lokal secara luas. Selain meningkatkan transaksi, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperluas pasar. “Event itu penting untuk exposure. Produk UMKM bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai ke luar daerah,” tambahnya.
Baca Juga:DPRD Bandung Sayangkan Kematian Dua Anak Harimau Bandung ZooKematian Huru dan Hara di Bandung Zoo, Ono Surono Soroti Kelalaian Pemkot dan Kementerian
Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik dan potensi besar yang dimiliki, Billy optimistis Kota Bandung bisa menjadi salah satu motor ekonomi kreatif di Indonesia. Namun, hal itu hanya bisa terwujud jika ada kolaborasi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Pertumbuhan 5 persen itu bagus, tapi harus ditingkatkan kualitasnya. Kuncinya ada di kolaborasi. Kalau UMKM dan pengusaha muda dilibatkan secara serius, saya yakin ekonomi Bandung bisa jauh lebih kuat dan inklusif,” pungkasnya. (dam)
