Ekonomi Bandung Tumbuh 5,29 Persen, Billy Martasandy Dorong UMKM Naik Kelas

ekonomi Bandung
Pengusaha asal Bandung, Billy Martasandy. (ISTIMEWA)
0 Komentar

BANDUNG – Perekonomian Kota Bandung menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada tahun 2025 mencapai 5,29 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,99 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bandung bahkan telah menembus Rp403,97 triliun atas dasar harga berlaku.

Meski tumbuh stabil, pengusaha asal Bandung, Billy Martasandy, menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah kota agar pertumbuhan tersebut benar-benar berdampak luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pengusaha muda. “Angka pertumbuhan ekonomi Bandung memang positif, bahkan naik jadi 5,29 persen. Tapi pertanyaannya, apakah pertumbuhan ini sudah dirasakan merata? Di sinilah pentingnya peran pemerintah untuk memastikan UMKM dan pengusaha muda ikut terdorong,” ujar Billy.

Menurutnya, struktur ekonomi Kota Bandung saat ini masih didominasi oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, serta informasi dan komunikasi. Ketiga sektor ini menjadi penopang utama aktivitas ekonomi kota. Billy menilai dominasi tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperkuat posisi UMKM lokal agar naik kelas dan masuk ke rantai ekonomi yang lebih besar.

Baca Juga:DPRD Bandung Sayangkan Kematian Dua Anak Harimau Bandung ZooKematian Huru dan Hara di Bandung Zoo, Ono Surono Soroti Kelalaian Pemkot dan Kementerian

“Bandung itu kuat di perdagangan dan industri kreatif. Harusnya UMKM bisa masuk ke sana, bukan hanya jadi pelaku kecil, tapi jadi bagian dari supply chain yang lebih besar,” katanya.

Ia menyoroti bahwa salah satu tantangan terbesar UMKM saat ini adalah akses permodalan dan pasar. Banyak pelaku usaha kecil yang memiliki produk berkualitas, namun belum mampu berkembang karena keterbatasan tersebut. “Pemerintah harus hadir lewat kebijakan konkret. Misalnya akses kredit yang lebih mudah, bunga rendah, dan pendampingan bisnis. Jangan sampai UMKM jalan sendiri tanpa arah,” tegasnya.

Selain itu, Billy juga menekankan pentingnya transformasi digital. Ia menyebut sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh signifikan harus dimanfaatkan sebagai peluang bagi pelaku usaha lokal. “Digitalisasi itu bukan pilihan lagi, tapi keharusan. Pemerintah bisa dorong UMKM masuk ke platform digital, bantu branding, bahkan buat marketplace khusus produk Bandung,” ujarnya.

0 Komentar