JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung terus berupaya menangani tumpukan sampah yang muncul di sejumlah titik pinggir jalan. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah Jalan Lingkar Baru Sadu, Soreang.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bandung, Abdul Wahid Fauzy, menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pengangkutan sampah, termasuk dari lokasi yang kerap dijadikan TPS liar.
Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif. Pasalnya, sampah kembali menumpuk dalam waktu singkat setelah dibersihkan.
Baca Juga:Sampah Lebaran di Bandung Barat Terkendali, Kenaikan Hanya Tipis 5 PersenTPA Sarimukti Buka Nonstop H-1 Lebaran, Siap Tampung Sampah Bandung Raya
“Setelah diangkut pagi hari, siangnya sudah muncul lagi. Ini jadi tantangan karena masih ada yang membuang sampah sembarangan,” ujar Wahid, Kamis (26/3/2026).
DLH setiap hari mengoperasikan dua unit kendaraan pengangkut di wilayah Soreang, dengan kapasitas angkut 4 hingga 6 ton per unit.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan, termasuk pemasangan spanduk larangan membuang sampah.
Sayangnya, imbauan tersebut tidak bertahan lama, spanduk yang dipasang bahkan dilaporkan hilang.
DLH pun berharap adanya dukungan dari Satpol PP dan aparatur kewilayahan untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu pengawasan dan penegakan aturan agar ada efek jera,” katanya.
Di lapangan, tumpukan sampah terlihat terdiri dari berbagai jenis, mulai dari plastik, kain, hingga sisa makanan dan limbah organik lainnya.
Baca Juga:Sampah di Bandung Mulai Terurai, Pengangkutan ke TPA Sarimukti Kembali BerjalanSampah Bandung Diprediksi Naik 40 Persen saat Lebaran, DLH Siagakan Ratusan Petugas
Selain persoalan perilaku masyarakat, DLH juga menghadapi peningkatan volume sampah selama Ramadan dan Idulfitri.
“Saat periode libur dan cuti bersama, warga berwisata, juga meningkatkan timbulan sampah,” ungkapnya.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bandung bersama daerah di Bandung Raya telah mengajukan permohonan penambahan kuota pengangkutan ke TPPAS Sarimukti.
Saat ini, kuota pengangkutan sampah Kabupaten Bandung tercatat sekitar 280,37 ton per hari. DLH berharap ada kebijakan tambahan kuota guna mengantisipasi lonjakan pascalebaran.
