Sampah Bandung Diprediksi Naik 40 Persen saat Lebaran, DLH Siagakan Ratusan Petugas

Petugas memilah sampah plastik di salah satu Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Bandung
Petugas memilah sampah plastik di salah satu Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung berencana memberikan program bantuan Rp200 juta bagi setiap RW yang berhasil menjadi Kawasan Bebas Sampah (KBS). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengantisipasi lonjakan volume sampah selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026. Peningkatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 40 persen dibandingkan kondisi normal, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan persiapan perayaan Lebaran.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa pada hari biasa produksi sampah di Kota Bandung berada di kisaran 1.500 ton per hari. Namun selama Ramadan hingga tiga hari setelah Idulfitri, potensi tambahan sampah diperkirakan bisa mencapai sekitar 600 ton per hari.

Menurut Darto, lonjakan tersebut umumnya dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, terutama dari aktivitas memasak, belanja kebutuhan Lebaran, serta penggunaan kemasan sekali pakai yang cenderung lebih tinggi selama bulan puasa hingga hari raya.

Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    

“Selama Ramadan sampai hari ketiga Lebaran, potensi peningkatan volume sampah bisa mencapai sekitar 40 persen. Jika dalam kondisi normal sekitar 1.500 ton per hari, maka ada kemungkinan tambahan sekitar 600 ton,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, DLH Kota Bandung telah menyiapkan berbagai langkah operasional, salah satunya dengan memastikan tempat penampungan sementara (TPS) dalam kondisi kosong pada malam takbiran. Seluruh armada pengangkut sampah akan dikerahkan secara maksimal agar tidak terjadi penumpukan selama masa libur pengangkutan.

“Prinsipnya pada malam takbiran TPS harus sudah bersih. Semua armada kami turunkan supaya tidak ada sampah yang tertinggal atau menumpuk selama masa libur,” kata Darto.

Selain penguatan armada pengangkutan, DLH juga menyiagakan sebanyak 571 personel kebersihan yang akan bertugas selama periode Ramadan hingga Lebaran. Para petugas tersebut akan difokuskan pada kegiatan penyapuan jalan, pengangkutan sampah, serta pembersihan di sejumlah titik prioritas yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

Beberapa ruas jalan utama, kawasan pusat keramaian, serta lokasi yang menjadi titik perayaan malam takbiran akan menjadi perhatian khusus dalam operasi kebersihan tersebut.

Darto menambahkan, malam takbiran menjadi salah satu momen yang membutuhkan perhatian ekstra karena aktivitas masyarakat biasanya berlangsung hingga larut malam. Oleh karena itu, DLH akan mengerahkan kekuatan penuh agar kebersihan kota tetap terjaga.

0 Komentar